Gerakan Mahasiswa Wija To Luwu Raya Minta Pemrov Sulsel Fasilitasi Pemekaran Luwu Tengah

15 November 2019 10:02
Gerakan Mahasiswa Wija To Luwu Raya Minta Pemrov Sulsel Fasilitasi Pemekaran Luwu Tengah
Gerakan Mahasiswa Wija To Luwu (Gema WTL) di kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar. (Slamet Untung Imam Santoso/Trans89.com)

MAKASSAR, TRANS89.COM – Unjuk rasa Gerakan Mahasiswa Wija To Luwu (Gema WTL) diikuti sekitar 50 orang peserta aksi dipimpin Ittong Sule menyikapi rencana pemekaran Kabupaten Luwu Tengah (Luteng), berlangsung di kantor Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Kamis (14/11/2019).

Massa aksi membentangkan spanduk bertuliskan, negara berkewajiban segera memekarkan Kabupaten Luwu Tengah.

Tuntutan massa aksi, Ittong Sule menagih janji gubernur dalam komitmen pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Luwu Tengah.

“Kami mendesak Gubernur Sulsel agar memfasilitasi Wija To Luwu bertemu Presiden dan Kemendagri. Tuntaskan kasus pelanggaran HAM dalam penembakan pada peristiwa Walmas berdarah,” ujat Ittong.

Massa aksi juga menahan mobil container Nomor Polisi (Nopol) DT 9155 CE untuk dijadikan panggung orasi. Usai berorasi, massa melepas kembali mobil container yang dijadikan panggung orasi.

Pengunjuk rasa diterima Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Pemprov Sulsel, Muhammad Firda dengan tanggapan bahwa aspirasi dan perjuangan para pengunjunk rasa diterima..

“Kami menerima aspirasi adik-adik dan akan disampaikan kepada Bapak Gubernur Sulsel, karena beliau (gubernur) tidak ada ditempat,” imbuh Firda. (Santoso/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya