BBM Jenis Premium Kembali Langka di Pasangkayu, Pengecer Beli Premium di SPBU Bulu Cindolo Rp7.000 Perliternya

15 November 2019 23:09
BBM Jenis Premium Kembali Langka di Pasangkayu, Pengecer Beli Premium di SPBU Bulu Cindolo Rp7.000 Perliternya
Mobil pick up memuat jerigen lagi lagi lakukan pengisian BBM di SPBU Bulu Cindolo Nomor 74-915/09, Jalan Ir Soekarno, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Andis/Trans89.com)

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premiun sepekan terakhir di wilayah Kabupaten Pasangkayu kembali dikeluhkan masyarakat.

Kelangkaan tersebut terlihat dengan adanya antrian panjang kendaraan hingga ke tepi jalan setiap malamnya di SPBU Bulu Cindolo Nomor 74-915/09, Jalan Ir Soekarno, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (14/11/2019) malam.

“Untuk mendapatkan BBM jenis premium, kita harus antrian hingga tiga jam, itupun kalau tidak habis. Saya ini pedagang kecil yang tinggalnya di Tikke, dimana setiap saat bolak balik ke Palu membawa dagangan hasil tani. Dan kami biasanya jika mengisi bahan bakar mobil lebih memilih premiun dari pada pertalite. Ya, namanya kita berdagang pastilah kita menghemat dengan menggunakan premiun untuk bahan bakar kendaraan,” kata Amir disela antrian.

Ia mengungkapkan, SPBU Bulu Cindolo ini setiap malam terbuka untuk pengisian BBM jenis premium hanya berdurasi 3 jam, dimulai pada jam 23.00 malam dan dipastikan habis kisaran jam 02.00 dini hari.

“Jangankan diwaktu siang, malam pun kita harus mulai antrian panjang pada pukul 23.00 tepat dan selalu habis di sekitar jam 02.00 dini hari. Jadi kalau kita masih pada posisi antrian di jam 02.00 dini hari, pasti kita kehabisan alias tidak dapatkan premium lagi,” ungkap Amir.

Hal yang sama dikatakan Andi, salah satu warga kecamatan Pasangkayu sudah dua kali dalam sepekan ini kehabisan BBM jenis premiun dalam posisi antri mengisi kendaraan roda empat. Dan selalu saja tepat pada jam 02.00 dini hari premiun habis.

“Saya perhatikan, setiap saya antri pada jam 23.00 malam, sudah dua kali saya kehabisan premiun dalam keadaan masih antri. Dan kedua kali momen itu selalu saja tepat pada posisi jam 02.00 dini hari habis. Karyawan SPBU bilang habis,” kesal Andi di Pasangkayu, Jumat (15//11/2019).

Bagaiman tidak lanjut Andi, kendaraan roda empat sedang antrian panjang, karyawan SPBU juga melayani penjualan jerigen pengecer, bahkan tidak tanggung-tanggung mereka stadnbykan jeregen di depan pompa (nosel) dan mengisi setiap kali bergantian dengan mobil.

“Saya melihat pengisian jeregen pengecer setiap kali setelah mengisi dua sampai tiga mobil. Bagaimana masyarakar tidak kehabisan BBM premiun, karena yang didahulukan juga jerigen kapasitas 35 liter,” ujar Andi.

Salah satu pengecer yang enggan di sebut identitasnya, jika biasa pengecer membeli BBM jenis premiun disini seharga Rp7.000 perliternya, dengan sistem kupon.

“Meski kali ini saya sendiri kehabisa premiun. Makanya saya mengisi pertalite saja dari pada saya pulang kosong. Tapi itu, kami pengecer untuk membeli premiun dengan harga Rp7.000 perliternya dengan melalui istilah satu kupon satu jerigen 35 liter dari salah seorang di SPBU ini,” singkatnya.

Sementara operator nosel SPBU Bulu Cindolo, Erwin membenarkan jika dirinya sekali-kali mengisi jeregen yang mempunyai rekomendasi.

“Tadi saya memang mengisi beberapa jerigen, tetapi jerigen yang hanya mempunyai rekomendasi,” sebut Erwin. (Ndi/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya