Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1441 H di Masjid Syekh Abdul Mannan Majene

10 November 2019 22:27
Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1441 H di Masjid Syekh Abdul Mannan Majene
Gubernur dan Bupati hadiri peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1441 Hijriya Tahun 2019 Masehi di pelataran Masjid Kuno Syekh Abdul Mannan, Lingkungan Salabose, Kelurahan Pangali-ali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulbar. (Abner/Trans89.com)

MAJENE, TRANS89.COM – Gubernur dan Bupati hadiri peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1441 Hijriya Tahun 2019 Masehi dengan tema ‘Mattattangai Pammasena Allah Taalah di Salabose Ma’ola Allo Adzianganna Nabitta Muhammad SAW’ dihadiri sekitar 700 orang tamu undangan di pelataran Masjid Kuno Syekh Abdul Mannan, Lingkungan Salabose, Kelurahan Pangali-ali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Sabtu (9/11/2019).

Sambutan Bupati Majene, Fahmi Massiara mengatakan layaknya perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di tanah air, maka sentuhan budaya tetap dipertahankan. Terlebih lagi ritual Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Kabupaten Majene menjadi warisan yang sejak lampau oleh nenek moyang kita dan menjadi hal yang wajar jika kita yang hidup di era ini melanjutkan tradisi tersebut.

“Perlu kita fahami, hal tersebut tidak bermaksud untuk mencampur adukan budaya dan syariah Islam namun, lebih kepada meneguhkan identitas kedaerahan yang juga bertujuan untuk semakin menyemarakan kegiatan ini,” kata Fahmi.

Menurutnya, hal ini sudah menjadi kebiasaan bahwa perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Majene akan terus berlangsung hingga tiga bulan kedepan, atau hingga memasuki bulan Rajab.

“Hal ini membuktikan semua elemen atau komponen masyarakat, lembaga, organisasi hingga lingkup pemerintah disetiap tingkatan turut menjadikan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini masih sangat antusias dirayakan,” tutur Fahmi.

Selanjutnya sambutan Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar (ABM) menyampaikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Salabose selalu menjadi history dari seluruh perayaan maulid di Majene, masyarakat mengambil hikmah dari peringatan Maulid ini dengan mengubah cara pandang, berpikir dan cara kerja ke arah yang lebih baik.

“Kita mesti memaknai Maulid Nabi Besar Muhammad SAW ini dengan spirit dan akhlak melalui cara pandang kita yang lebih baik apresiasinya atas komitmen warga Majene mempertahankan tradisi leluhur dan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Majene sebagai kecintaan kita kepada Rasulullah SAW,” papar ABM. (Abner/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya