Forak Unjuk Rasa di Tiga Tempat Berbeda di Lubuk Pakam, Ini Tuntutannya

10 November 2019 00:04
Forak Unjuk Rasa di Tiga Tempat Berbeda di Lubuk Pakam, Ini Tuntutannya
Unjuk rasa Forum Anti Korupsi (Forak) Deli Serdang di kantor Kejari Lubuk Pakam Jalan Jenderal Sudirman, kantor Bupati dan DPRD Deli Serdang Jalan Negara Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumut. (Rikki/Trans89.com)

LUBUK PAKAM, TRANS89.COM – Unjuk rasa Forum Anti Korupsi (Forak) Deli Serdang diikuti sekitar 20 orang peserta aksi dipimpin Rahman JP Hutabarat dan Muhari di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuk Pakam Jalan Jenderal Sudirman, kantor Bupati dan DPRD Deli Serdang Jalan Negara Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (8/11/2019).

Massa aksi mebawa spanduk bertuliskan, Forak akan terus turun ke jalan membela rakyat.

Orasi Rahman JP Hutabarat mengatakan, kinerja Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Deli Serdang yang tidak efektif memberikan pelayanan kependudukan hingga menyebabkan kematian pada salah seorang warga penderita TBC.

“Usut tuntas dugaan korupsi penyediaan biaya operasional dan pemeliharan gedung di RSUD Deli Serdang. Usut tuntas dugaan korupsi pembangunan Taman Buah, tamannya para koruptor dengan dana pembangunannya mencapai Rp110.000.000. Pengadaan tumah ibadah yang besaran dananya Rp20.000.000.000,” kata Rahman.

Ia meminta usut tuntas dugaan korupsi pembangunan pajak bakaran batu tahun 2013 dan 2014 dengan pemborong yang menjabat sebagai Bupati Deli Serdang sekarang, besaran dana pembangunan sekitar R 14.000.000.000.

“Usut tuntas dugaan adanya mafia tower di Kabupaten Deli Serdang. Usut tuntas dugaan adanya Direktur bayangan di RSUD Deli Serdang. Usut tuntas masalah gizi buruk di wilayah Kabupaten Deli Serdang,” pinta Rahman.

Dirinya menyebutkan, sampai saat ini, dalam aksi yang ke 16 Forak, bupati tidak juga berkenan menjumpai pengunjuk rasa dan menduga bupati telah banyak ‘menelan’ dana-dana tersebut.

“Kami menyatakan akan membawa massa yang lebih banyak dari hari ini, dikarenakan pihak pemerintah Deli Serdang dalam hal ini Bupati Deli Serdang tidak ada merespon atau menindaklanjuti tuntutan yang sudah 16 kali kami sampaikan,” sebut Rahman.

Rahman menyampaikan, bupati adalah hasil pilihan masyarakat, namun sampai saat ini dalam aksi yang ke-16 bupati belum mau menerima.

“Hari ini mahasiswa telah bergabung dengan kita, pada hari Selasa nanti petani akan bergabung. Artinya, semua elemen telah resah dengan kepemimpinan Bupati Deli Serdang saat ini,” paparnya.

Massa kemudian bergerak menuju kantor DPRD Deli Serdang dan melakukan aksi orasi. Ramhan mengucapkan terimakasih kepada aparat kepolisian yang terus mengawal kami menyuarakan hati rakyat, agar kami tidak keluar dari koridor.

“Banyak rakyat Deli Serdang yang sampai saat ini belum mendapatkan keadilan dengan pemerintahan Bupati Ashari Tambunan. Bapak anggota DPR adalah hasil dari pilihan masyarakat yang ditunjuk untuk mewakili suara rakyat, tolong sampaikan ke bupati aspirasi yang kami sampaikan ini,” ucap Rahman.

Rahman mengungkapkan, anggaran pendidikan dibuat oleh bupati dan disahkan oleh DPR berjumlah Rp1,2 triliun, namun nyatanya hari ini banyak anak putus sekolah karena terlalu tingginya biaya untuk sekolah, kemana anggaran pendidikan itu?, anggaran 2019 tentang kantin sehat, namun nyatanya diseluruh sekolah tidak ada kantin sehat, kemana biayanya?.

“Pelayanan kesehatan yang buruk, anggota DPR tidak memperdulikan karena bukan melayani, namun kami rakyat kecil ini, RSUD adalah harapan kami. Rp501 miliar dana kesehatan dan Rp120 miliar RSUD, namun nyatanya begitu banyak korban dari masyarakat kecil yang berharap pelayanan kesehatan RSUD, namun begitu banyak birokrasinya,” ungkap Rahman. (Rikki/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya