Kunker di Polman, ABM: Kita Ikuti Program Presiden Tidak Ada Lagi Visi Misi Gubernur dan Bupati

09 November 2019 00:55
Kunker di Polman, ABM: Kita Ikuti Program Presiden Tidak Ada Lagi Visi Misi Gubernur dan Bupati
Kunker Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar bersama rombongan menggelar tatap muka di ruang pola Kantor Bupati Polman, Jalan Manunggal, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman. (Jo Alexander/Trans89.com)

POLEWALI MANDAR, TRANS89.COM – Kunjungan kerja (Kunker) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Ali Baal Masdar (ABM) bersama rombongan menggelar tatap muka dihadiri sekitar 200 orang peserta di ruang pola Kantor Bupati Polewali Mandar (Polman), Jalan Manunggal, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman, Jumat (8/11/2019).

Sambutan Wakil Bupati (Wabup) Polman, M Natsir Rahmat mengucapkan permohonan maaf dari bupati karena tidak sempat untuk menghadiri kegiatan ini karena ada tugas yang harus dihadiri dan tidak bisa diwakili di Jakarta.

“Semua yang hadir pada hari ini siap menerima pengarahan dari bapak gubernur dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas kami ke depan dalam rangka melaksanakan program Polman Marasa (maju, rakyat, sejahtera) di Kabupaten Polman,” ucap Natsir.

Selanjutnya sambutan Asisten Pidanan Umum (Pidum) Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulbar, Fery Mifahir mengatakan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena pada tanggal 28 September 2019, kami telah resmi memiliki kantor di Provisni Sulbar, dan tanggal 11 November 2019 Kajati dilantik oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) RI dalam hal ini sudah resmi ada Kantor Kajati di Sulbar.

“Kejaksan mempunyai kontribusi yang besar dalam pelaksanaan pembangunan daerah, dalam hal ini dalam hal Tindak Pidana Khusus (korupsi). Upaya yang kami lakukan dalam menangani permasalahan lebih menonjolkan tindakan preventif dari pada represif untuk menghindari kerugian negara yang lebih besar, karena satu tindakan penanganan korupsi menggunakan anggaran negara di atas Rp100 juta,” kata Fery.

Menurutnya, anggaran yang digunakan untuk penindakan suatu kasus itu manggunakan anggaran tiga kali lebih besar dari pada pencegahan.

“Itu sebabnya sehingga Kejagung RI memberikan atensi untuk cenderungan mengutamakan tindakan preventif untuk mengurangi kerugian negara,” tutur Fery.

Kemudain sambutan Gubernur Sulbar, ABM menyampaikan, di Kabupaten Polman ini dirinya 2 periode menjadi bupati, sehingga sangat mengetahui bagaimana situasi di Kabupaten Polman.

“Program kita ke depan adalah mengikuti program presiden, karena yang ada sekarang adalah visi misi Presiden, tidak ada lagi visi misi gubernur dan visi misi bupati,” papar ABM.

Ia menjelaskan, yang harus digenjot ke depan adalah peningkatan SDM (sumber daya manusia), karena kedepan ibukota pemerintahan akan berpindah ke Kalimantan, otomatis kita akan bertetangga dengan ibukota, kebutuhan material dalam tahap pembangunan perkantoran itu akan mengambil dari wilayah Sulbar, untuk itu kita harus bisa menyiapkan material.

“Kedepan, untuk rumah ibadah itu di SK-kan (surat keputusan) yang mana Masjid kecamatan, yang mana Masjid kabupaten, sehingga memudahkan untuk pengurusannya. Untuk para pengurusnya akan diberikan insentif, termasuk guru mengaji dan khatib. Termasuk pengurus gereja seperti Pendeta, guru mingguan juga akan diberikan insentif. Saya harapkan Polman tetap menjadi pemimpin di seluruh kabupaten yang ada di Sulbar, menjadi motivator kepada kabupaten lain di Sulbar untuk bisa setara dengan kabupaten lain yang ada di Indonesia,” jelas ABM.

Dirinya menyebutkan, mengenai penggunaan anggaran yang ada digunakan semaksimal mungkin dan dan sesuai dengan peruntukannya. Jadi, dalam penggunaan anggaran hindari markup dalam pembelanjaan, jangan ada laporan fiktif, pelaksaanaan tepat waktu dan kualitas pekerjaan harus berkualitas jangan asal-asalan.

“Dalam melaksanakan pemerintahan saling menghargai ketika ada permasalahan, usahakan bisa diselesaikan internal dulu dengan mengutamakan musyawarah dengan aparat yang ada di lingkungan kantor,” sebut ABM.

ABM mengungkapkan, untuk ke depan, kita akan mengusulkan ke DPR kalau bisa jabatan pemerintahan Bupati dan Gubernur dilaksanakan 8 atau 10 tahun, supaya tidak saling menghalangi dan bisa mempunyai waktu yang cukup menyelesaikan program yang direncanakan.

“Saya meminta kepada Kapolres dan Kajari untuk memantau tentang penggunaan anggaran Dana Desa (DD). Kedepan budaya saling menghormati dan menghargai harus tetap kita jaga dan pertahankan,” ungkapnya.

Terakhir sambutan Danlanal Mamuju, Letkol Marinir Laode Jimy Herizal mengatakan, keberadaan kami di Kabupaten Mamuju untuk membantu Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sulbar terutama terkait dengan keamanan di wilayah perairan.

“Kabupaten Polman ini kami punya Posmat (Pos pengamatan ) di TPI Pantai Bahari yang dipimpin oleh seorang Perwira. Wilayah Indonesia ini dipersatukan oleh laut, sehingga wilayah perairan perlu dilakukan penjagaan yang ketat. Bagi para pemuda yang berminat untuk bergabung di TNI Angkatan Laut (AL), tahun ini ada pendaftaran, dimana dalam perekrutan tidak dipungut biaya, dan besar harapan saya semoga ada putra daerah Sulbar yang ingin bergabung di TNI AL,” kata Letkol Laode.

Acara dilanjutkan penyerahan bantuan dana hibah oleh Gubernur Sulbar kepada Wabup Polman sebesar Rp8.873.000.000 kepada 24 penerima, untuk Masjid 213 penerima, Gereja 8 penerima dan kegiatan keagamaan 23 penerima. (Jo/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya