Kompak unjuk Rasa Depan PT Imza Riski Jaya Terkait Proyek Program Indonesia Terang

09 November 2019 22:28
Kompak unjuk Rasa Depan PT Imza Riski Jaya Terkait Proyek Program Indonesia Terang
Aksi Komite Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (Kompak) di kantor pusat PT Imza Rizki Jaya Gedung Plaza Office Tower Jalan MH Thamrin, Gondangdia, Menteng Jakarta Pusat. (Irvan Akmal/Trans89.com)

JAKARTA, TRANS89.COM – Unjuk rasa Komite Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (Kompak) diikuti 5 orang peserta aksi dipimpin Dandi di kantor pusat PT Imza Rizki Jaya (IRJ) Gedung Plaza Office Tower, Jalan MH Thamrin, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/11/2019).

Massa aksi membawa spanduk, bubarkan PT Imza Riski Jaya

Tuntutan massa aksi dibacakan Dandi, mendesak kepada Presiden RI Bapak Joko Widodo (Jokowi) untuk memantau Proyek Program Indonesia Terang (PPIT) yang dikerjakan PT IRJ, menuntut kepada BPK dan KPK RI agar melakukan audit investigasi terhadap PPIT yang dilaksanakan oleh PT IRJ.

“Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memantau transaksi keuangan PT IRJ terkait dengan hubungan kerjasama dengan China, Korea, Amerika Serikat (AS) dan Rusia dalam rangka menyukseskan PPIT. Mendesak kepada PT IRJ agar transparan terhadap anggaran PPIT,” tegas Dandi.

Sementara orasi Dandi mengatakan, PT IRJ belum lama ini melaunching program Nasional Indonesia Terang (NIT) digelar di Hotel Duta Berlian pada April lalu.

“Melalui program Penerangan Jalan Umum (PJU) Tenaga Surya (TS) yang tersebar seluruh Indonesia ini digagas Rizayati selaku Direktur Utama (Dirut) PT IRJ yang mana PJU memanfaatkan kekayaan alam Indonesia yakni TS,” kata Dandi.

Menurutnya, PJU TS saat ini sudah masuk ke pelosok kabupaten/kota, dan kini giliran Kota Sukabumi dan Cianjur meliputi 300 desa, dimana penerangan tersebut dengan memanfaatkan bantuan hibah Negara Arab sebesar Rp900 miliar.

“Pelaksana PPIT PT IRJ, tahap pertama program PJU TS dipasang untuk tahun 2019 adalah 70.000 titik lampu di 20 provinsi dengan melibatkan lebih dari 70 perusahaan mitra rekanan pengadaan maupun sub kontraktor pemasangan dari dalam dan luar negeri diantaranya Korea, China, AS, dan Uni Emirat Arab (UEA),” tutur Dandi.

Dandi mengungkapkan, tidak hanya program PPIT, pimpinan perusahaan properti ini juga sudah membangun rumah bersubsidi sebanyak 1.500 unit bagi warga miskin di tiga daerah, yakni Aceh, Manado dan Lampung.

“Kami meminta dan mendesak Presiden untuk memantau PPIT yang dikerjakan PT IRJ ini,” ungkapnya. (Irvan/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya