HMI Unjuk Rasa di Balaikota Jakarta, Mendesak Gubernur Transparan KUA PPAS 2020

09 November 2019 00:58
HMI Unjuk Rasa di Balaikota Jakarta, Mendesak Gubernur Transparan KUA PPAS 2020
Aksi Kader HMI Jakarta di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat. (Bagus Prasetyo/Trans89.com)

JAKARTA, TRANS89.COM – Unjuk rasa kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jakarta diikuti 10 orang peserta aksi dipimpin M Fadhil di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (8/11/2019).

Massa aksi membawa spanduk dan poster bertuliskan, mau korupsi kok ragu, korupsi untuk siapa, kami malu punya senior korupsi.

Orasi M Fadhil mengatakan, kami mendesak Gubernur Jakarta untuk melakukan transparansi dalam rancangan kabijakan umum anggaran pendapatan prioritas plafon anggaran sementara (KUAPPAS).

“Seperti yang kita ketahui bersama, satu minggu ini Jakarta heboh dengan anggaran-anggaran aneh yang muncul dalam KUAPPAS tahun 2020,” kata Fadhil.

Menurutnya, anggaran-anggaran yang aneh itu diantaranya lem aibon Rp82 miliar, pulpen Rp635 miliar, influencer Rp5 miliar, buku folio Rp79.1 miliar, pengadaan pasir Rp52,1 miliar dan banyak lagi, sungguh membuat kita bertanya-tanya.

“Kami meminta Gubernur Anies Baswedan harus meminta maaf kepada masyarakat DKI Jakarta atas kegaduhan KUA-PPAS 2020. Gubernur Anies Baswedan harus membuka KUA-PPAS 2020 kepada publik sebagai bentuk transparansi anggaran. Meminta Tito Karnavian sebagai Menteri Dalam Negeri memanggil Gubernur DKI Jakarta dan mempertanggungjawabkan anggaran aneh dalam KUA-PPAS 2020. Meminta KPK memeriksa Gubernur DKI Jakarta sebagai bentuk tugas KPK dalam pencegahan korupsi,” imbuh Fadhil. (Bagus/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya