Puang Lalang Ditahan di Polres Gowa, Pengikutnya dan LSM GMBI Minta Penangguhan Penahanan

08 November 2019 17:13
Puang Lalang Ditahan di Polres Gowa, Pengikutnya dan LSM GMBI Minta Penangguhan Penahanan
Aksi pengikut Puang La'lang yang mengatasnamakan pengurus dan anggota LSM GMBI Wilter Sulsel serta seluruh santri Tajal Khalwatiyah Syekh Yusuf Gowa, berlangsung arah timur depan Balla Lompoa Jalan Syamsuddin Tunru, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulsel. (Slamet Untung imam Santoso/Trans89.com)

GOWA, TRANS89.COM – Aksi unjuk rasa sekitar 300 orang massa pengikut Puang La’lang yang mengatasnamakan pengurus dan anggota LSM GMBI Wilter Sulawesi Selatan (Sulsel) serta seluruh santri Tajal Khalwatiyah Syekh Yusuf Gowa dipimpin Walinono Handadde meminta penangguhan penahanan terhadap pimpinan Tajal Khalwatiyah Gowa Puang La‚Äôlang alias Maha Guru, berlangsung arah timur depan Balla Lompoa Jalan Syamsuddin Tunru, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Jumat (8/11/2019).

Orasi Walinono Handadde mengatakan, menindaklanjuti permohonan penangguhan yang dilakukan oleh kuasa hukum dan keluarga yang tidak dapat jawaban dari Kapolres Gowa, namun Polres Gowa melimpahkan ke Kapolres yan baru.

“Indikasi adanya unsur intervensi kepentingan dalam proses penanganan sampai proses penetapan. Kami GMBI turun aksi membela masyarakat yang terdzholimi, termarginalkan dalam perlakuan dimata hukum. Indikasi adanya unsur pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dalam proses penetapan tersangka Puang Lalang,” kata Walinono.

Perwakilan pengunjuk rasa diterima untuk melaksanakan koordinasi di ruang mediasi Kantor Polres Gowa oleh Wakapolres Kompol Muh Fajri, semenatara dari massa aksi, Ketua GMBI Walinono, Azis Dg Sijaya, Munawir, Ical, Kasnurda< Andi Mappanyukki, Ilham Rasyid dan Anwar Syam.

Permohonan perwakilan aksi meminta penangguhan penahanan terhadap Puang Lalang karena semua persyaratan penangguhan sudah di penuhi dan berhubung karena Puang Lalang sudah lanjut usia serta meminta agar proses penyidikan dipercepat dan segera dilimpahkan ke Kejaksaan.

Adapun tanggapan Wakapolres Gowa, Kompol Muh Fajri menyampaikan, menunggu pejabat yang baru Kapolres Gowa.

“Kapolres saat ini tidak bisa melakukan penandatangan surat yang bersifat strategis berhubung karena adanya mutasi,” papar Kompol Fajri.

Sebelumny Pemimpin Thariqat Tajul Khalwatiayah Syekh Yusuf Gowa yakni Puang La’lang (74) ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana penipuan, penggelapan, pencucian uang, serta pencatatan nikah, talak, dan rujuk.

Pria paruh baya itu disebut pengikutnya dengan Maha Guru, Puang Lalang juga mengaku rasul dan setiap pengikutnya diberikan kartu surga sebagai tanda keanggotaan dari para pengikutnya, bahkan ia pun memungut biaya dari Rp10 ribu hingga Rp50 ribu.

Tak hanya itu, Puang Lalang juga menarik zakat berdasarkan berat badan. Jika tiap pengikutnya memiliki berat badan 50 kilogram (kg), maka wajib berzakat senilai Rp250 ribu. (Santoso/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya