LSM Manggala dan Gajah Putih Unjuk Rasa Depan Proyek Podomoro Land di Bandung

08 November 2019 01:28
LSM Manggala dan Gajah Putih Unjuk Rasa Depan Proyek Podomoro Land di Bandung
Aksi LSM Manggala dan Gajah Putih di depan gerbang proyek perumahan Podomoro Land, Jalan Raya Buah Batu - Bojong, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jabar. (Asep DS/Trans89.com)

BANDUNG, TRANS89.COM – Aksi unjuk rasa LSM Manggala dan Gajah Putih terkait proyek Podomoro Land diikuti sekitar 300 orang peserta dipimpin Robby Somantri di depan gerbang proyek perumahan Podomoro Land, Jalan Raya Buah Batu – Bojong, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar), Kamis (7/11/2019).

Nampak hadir dikegiatan pengamanan aksi, Kapolres Soreang AKBP Indra Hermawan, Kabag Ops Polres Soreang Kompol Gandi, Kasat Intel Polres Soreang AKP Tedi Rusmawan, Kasat Lantas Polres Soreang AKP Hasby, Danramil Dayeuhkolot Kapten Inf Yevi Yuhana dan Kapolsek Bojongsoang AKP Maman S.

Tuntutan massa aksi, Robby Somantri mengatakan, kami mempertanyak permohonan dokumen perijinan proyek Podomoro Land Bojongsoang seperti anaisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) serta pengaruh proyek Podomoro terhadap lingkungan hidup (LH) dan lingkungan masyarakat juga polusi udara.

“Kami mempertanyakan masalah lahan milik PT kereta Api Indoensia (KAI) yang digunakan Podomoro Land, sehingga kami meminta hentikan Proyek Podomoro Land yang belum memenuhi perijinan serta memproses semua pelanggaran pengusaha sesuai dengan ketentuan dan Undang-Undang (UU),” kata Robby.

Menurutnya, agar merekomendasikan instansi terkait untuk melakukan penuntutan baik pidana maupun perdata atas pelanggaran yang telah dibuat oleh pengusaha Podomoro Land.

“Bupati mengeluarkan ijin lokasi tanpa menimbang rencana tata ruang peraturan daerah (Perda) Nomor 27 Tahun 2016. PT KAI memberikan ijin pemanfaatan lahan kepada Podomoro yang seharusnya di manfaatkan untuk kepentingan umum bukan untuk perumahan real estate,” tutur Robby.

Ia menyebutkan, adanya korban jiwa warga di jalan raya penyebabnya kecerobohan angkutan berat yang hilir mudik mengganggu lalu lintas dan mengakibatkan debu jalanan (Amdal) dan lalulintasnya.

“Terjadi getaran alat berat mencemaskan warga dan menggangu kenyamanan warga sekitar, mengancam pernapasan dan baku mutu udara. Pemadatan tanah yang lebih tinggi dari pemukiman warga sekitar sekitar 4 meter akan mengancam warga sebelah lokasi proyek banjir besar, sedangkan Bupati hanya diam dan mengijinkan proyek tersebut berjalan,” sebut Robby.

Massa aksi melaksanakan pertunjukan seni budaya silat oleh anggota ormas Manggala dan Ormas Gadja Putih disaksikan Kapolres Soreang AKBP Indra Hermawan. (Asep/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya