FSPM Unjuk Rasa di Wisma Nusantara Internasional Jakarta, Tuntut Dipekerjakan Kembali Husni Mubarok

07 November 2019 02:11
FSPM Unjuk Rasa di Wisma Nusantara Internasional Jakarta, Tuntut Dipekerjakan Kembali Husni Mubarok
Aksi Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) di PT Wisma Nusantara Internasional Jalan MH Thamrin, Menteng Jakarta Pusat. (Andre Handrianto/Trans89.com)

JAKARTA, TRANS89.COM – Aksi unjuk rasa Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) diikuti sekitar 25 orang peserta aksi dipimpin Abdul Hamid di PT Wisma Nusantara Internasional Jalan MH Thamrin, Menteng Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2019).

Massa aksi membawa spanduk dan poster bertuliskan, diam kita mati, berhenti kita ditindas, maka nergeraklah. Berani berjuang pasti menang, respect!.

Orasi Yunus mengatakan, kedatangan kita kali ini di depan Hotel Pullman sama seperti kemarin, menuntut kepada manajemen agar mempekerjakan kembali Husni Mubarok pada posisi dan jabatan semula.

“Ini adalah aksi kita yang ke-21 di depan Hotel Pullman. Apakah salah bila kita para buruh menuntut hak kita sesuai dengan Undang-Undang (UU)Ketenagakerjaan yang dilindungi oleh pemerintah?. Coba bayangkan, masa gaji pekerja yang baru bekerja 1 atau 2 tahun dengan yang bekerja sudah sepuluh tahun selisih gajinya hanya Rp100 ribu?. Adil nggak kawan-kawan?. Ini Hotel Bintang 5 loh,” kata Yunus

Dirinya kembali bertanya kepara buruh lainnya, jabatan manajer itu karyawan bukan?, manajer itu juga digaji sama seperti karyawan atau buruh, tapi kenapa sesama buruh tidak mempedulikan nasib buruh?.

“Seperti yang kita ketahui bersama, rekan kita Husni Mubarok dipecat secara sepihak, hanya karena status whatssap. Masa gara-gara status whatssap seorang karyawan langsung dipecat begitu saja dengan dalil pencemaran nama baik dan tanpa ada surat SP (surat peringatan),” tanya Yunus.

Ia mengungkapkan, tuntutan kami hanya satu, yakni meminta kepada manajemen Hotel Pullman untuk memanggil dan mempekerjakan kembali Husni Mubarok pada posisi dan jabatan semula. Jika rekan kami Husni Mubarok telah dipekerjakan kembali, kami tidak akan demo lagi kok.

“Tapi jika tidak, kami akan terus melakukan aksi kami yang ke-22, ke-23, ke-24, ke-25, ke-26, ke-27, ke-28, ke-29, kalo perlu sampai ke-49. Kita sudah pernah melakukan aksi solidaritas seperti ini di tempat lain, dan aksi kami sampai aksi ke-44, perusahaan tersebut menyerah. Prinsip kami, kami akan bertahan 1 hari lebih lama dari kalian,” ungkap Yunus.

Sementara Lukman Nur Hakim menyampaikan, sungguh ironis apabila hotel sekelas Bintang 5 ini melakukan PHK secara sepihak, hanya karena ada karyawannya yang memperjuangakan nasib-nasib teman-temannya agar dapat diberikan upah lembur yang sesuai dengan UU.

“Apakah salah jika bro Husni Mubarok memperjuangkan nasib rekan-rekannya sesuai dengan UU Ketenagakerjaan?. Kami akan terus berjuang, mentutut kepada manajemen Hotel Pullman agar bro Husni Mubarok dipekerjakan kembali,” papar Lukman.

Selanjutnya Maman menuturkan, kami berada disini bukan bermaksud untuk menggangu bapak-ibu, tetapi kami datang ke sini untuk mentutut kepada manajemen Hotel Pullman agar Husni Mubarok dipekerjakan kembali diposisi dan jabatan semula.

“Hai Hotel Pullman, jika kalian benar, maka hadapi kami untuk negosiasi. Selama kalian tidak memenuhi tuntutan kami, maka kami akan terus tetap bertahan di sini untuk memperjuangkan hak-hak kami,” tutur Maman.

Kemudian Mamen menyebutkan, apa yang mereka lakukan kepada Husni Mubarok adalah tindakan kesewenang-wenangan yang menyalahi aturan UU.

“Jika mereka bisa menunjukkan kesalahan Husni Mubarok, maka tunjukkan kepada kami salahnya dimana?. Kami minta manajemen Hotel Pullman untuk menemui kami disini. Kita siap untuk negosiasi dengan Hotel Pullman. Temui kami, jangan jadi pengecut,” sebut Mamen.

Massa aksi isomah sejenak untuk malaksanakan makan siang dan Sholat Dzuhur. (Andre/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya