Serikat Buruh Karya Utama Unjuk Rasa di Tiga Tempat Berbeda di Kota Tangerang, Ini Masalahnya

06 November 2019 02:11
Serikat Buruh Karya Utama Unjuk Rasa di Tiga Tempat Berbeda di Kota Tangerang, Ini Masalahnya
Aksi Serikat Buruh Karya Utama Marketing Retail (SBKU Martil) di tiga tempat di Wilayah Kota Tangerang, Banten. (Andre Handrianto/Trans89.com)

TANGERANG, TRANS89.COM – Aksi unjuk rasa diikuti 25 orang peserta aksi dari Serikat Buruh Karya Utama Marketing Retail (SBKU Martil) dipimpin Sriyanto di tiga tempat di Wilayah Kota Tangerang, Banten, Selasa (5/11/2019).

Aksi pertama dilakukan di PT Bentoel Distribusi Utama Kota Tangerang Jalan KH Hasyim Ashari, Poris Plawad Utara, Cipondoh, Kota Tangerang.

Massa aksi membawa spanduk dan poster bertuliskan, disini Indonesia, perusahaan asing harus tunduk pada Undang-Undang (UU) Negara ini. FSBKU Martil belajar bersama untuk pembebasan. Rugi/pahit hanya modus, binasakan oknum Disnaker nakal, maju, lawan dan menang.

Orasi Irfan mengatakan PT Bentoel Distribusi Utama Kota Tangerang adalah member atau kepanjangan tangan dari perusahaan Amerika, mereka harus patuh pada UU di negara ini. Tanggal 2 Mei 2019m kita dikumpulkam diruangan sales dan disodorkan surat yang merupakan awal dari penderitaan kami, yaitu surat yang isinya tentang PHK (pemutusan hubunga kerja).

“Kami diminta untuk tandatangan dengan alasan perusahaan bangkrut/pailit dan kami menolak untuk tandatangan surat tersebut. Menurut kami, surat PHK tersebut adalah akal-akalan perusahaan dengan dalih perusahaan bangkrut pada hal ujung-ujungnya akan diganti dengan outsourching, itulah seba nya kami sampai mengadakan aksi hari ini,” kata Irfan

Tiga orang perwakilan massa aksi, Dwi Subekti, Siswanto dan Sriyanto diterima pihak perusahaan. Dwi Subekti menuturkan, kami adalah bagian dari Bentoel dan kami yang 28 orang ini adalah orang yang berkontribusi besar.

“Pertimbangkan kembali, karena kita tidak ada kesalahan termasuk anggota lain dan tidak sesuai UU,” tutur Dwi.

Sriyanto menjelaskan, pada 13 November nanti, undangan sidang di Pengadilan, tapi jika dua pihak ada persetujuan akan lebih baik.

“Menurut kami, upah pisah belum layak. Kami tidak mau jika PHK, mau kalau 5 x PMTK atau lebih dan masuk kembali melalui outsourcing. Kami hanya mau kesejahteraan.
Kebijakan pusat dan wilayah itu bisa berbeda. Adanya sidang tripartit di Disnaker pada 2 dan 3 Mei 2019, tidak ada perwakilan dari kami dan itu ada oknum nakal disana,” jelas Sriyanto.

Pihak perusahaan, Paulus menyampaikan, manajemen kita sudah berubah, bukan hanya di Kota Tangerang, dan perusahaan juga sudah memberikan kebijakan lebih baik sesuai UU dari 83 orang.

“Perubahan bisnis retail, kami tidak bangkrut tapi mengalami perubahan. Atas dasar apa upah pisah kurang, karena kami sudah sesuai dengan UU yaitu 3 x PMTK dan kami sudah tawarkan untuk melebihi UU,” papar Paulus.

Selanjutnya massa aksi menuju Kantor Disnaker Kota Tangerang Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

Emapt orang perwakilan dipimpin Sriyanto diterima pihak Sekretaris Disnaker Kota Tangerang, Suprapti didampingi Asep Permana dan Rasyid.

Sriyanto menjelaskan, agar pihak Disnaker dapat membantu kami untuk penyelesaian permasalahan kami.

“Tujuan kami bukan un tuk menghujat atau mengganggu pihak Disnaker, tetapi mohon saran dan bantuan pihak Disnaker,” jelas Sriyanto.

Suprapti mengucapkan mohon maaf, Kepala Dinsaker sedang ada kegiatan, sehingga tidak bisa menemui rekan-rekan sekalian.

“KAmi menyarankan kepada pihak buruh untuk mengadukan permasalahan tersebut kepada pihak pengawasan yang ditangani oleh Disnaker Provinsi, karena Disnaker Kota Tangerang sudah tidak punya kewenangan untuk permasalahan ini. Silahkan rekan-rekan datang ke kantornya yang berada di BLK Villa Melati Mas Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel),” ucap Suprapti.

Selanjutnya massa aksi ke pusat Pemkot Tangerang di Jalan Sudirman, Kelurahan Suka Asih, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

Tiga orang perwakilan massa diterima Komisi II DPRD Kota Tangerang Dwiki Ramadhani, Saiful Milah dan Eva Emilia, sementara dari massa, Sriyanto, Rojali dan Siswanto.

Hasil pertemuan tersebut, pihak Komisi II DPRD Kota Tangerang akan diskusi dengan Disnaker dan menanyakan kenapa Bipartit belum dilakukan akan tetapi Tripartit sudah dilakukan.

“Komisi II DPRD Kota Tangerang meminta surat kepada serikat buruh FSBKU-KSN untuk membuat suratnya atas kronologi yang telah terjadi antara karyawan/serikat pekerja dengan peruasahaan PT Bentoel Disbtribusi Utama dan dari pihak Komisi II DPRD Kota Tangerang akan memanggil perusahaan tersebut,” papar Dwiki. (Andre/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya