Sengketa Lahan Tambang Galian C di Salipolo Pinrang, 3 Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

05 November 2019 20:56
Sengketa Lahan Tambang Galian C di Salipolo Pinrang, 3 Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
Korban perkelahian yang melibatkan antara warga Desa Salipolo dengan pihak pengelolah tambang PT ASR di lokasi sengketa tambang pasir galian C di Kampung Salipolo, Desa Salipolo, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang, Sulsel. (Slamet Untung Imam Santoso/Trans89.com)

PINRANG, TRANS89.COM – Perkelahian yang melibatkan antara warga Desa Salipolo dengan pihak pengelolah tambang PT Alamat Sumber Rezeki (ASR) di lokasi sengketa tambang pasir galian C di Kampung Salipolo, Desa Salipolo, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (5/11/2019).

Kejadian tersebut mengakibatkan adanya korban dari pihak warga Desa Salipolo berinisial Hasbullah (55) pekerjaan petani, alamat Dusun Salipolo, mengalami luka bagian pergelangan tangan kanan dan luka tergores pada bagian paha sebelah kiri diduga terkena sabetan senjata tajam (sajam) parang.

Dari pihak penambang PT ASR, Zainuddin alias Salihuddin (50) pekerjaan swasta, alamat Kota Makassar, mengalami luka pada bagian bawah dada kiri, luka pergelangan tangan kanan dan luka pada bagian punggung diduga terkena sajam parang.

Pihak penambang PT ASR, Muh Tang (49), pekerjaan petani, alamat Dusun Salipolo, mengalami luka pada bagian lengan kiri dan luka bagian punggung lengan sebelah kiri diduga terkena sajam parang.

Pihak penambang PT ASR Kamaluddin (38) pekerjaan petani, alamat Dusun.Salipolo, mengalami luka memar pada bagian dada diduga terkena batu.

Kronologis kejadian, berawal sekitar 250 orang gabungan warga Desa Salipolo, Kecamatan Cempa dan warga Desa Bababinanga, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, menolak aktivitas tambang pasir PT ASR di lokasi sengketa tambang pasir di Desa Salipolo, Kecamatan Cempa, Pinrang.

Warga mendatangi lokasi tersebut dengan membawa sajam dan bambu runcing untuk menghentikan aktivitas tambang pasir tersebut.

Saat tiba dilokasi tambang pasir, terjadi cekcok mulut antara warga dengan pihak penambang PT ASR, dimana personil Polsek Cempa dipimpin Kapolsek Cempa Iptu A Akbar dan Babinsa Salipolo yang sudah berada di tempat kejadian perkara (TKP) berusaha melerai kedua belah pihak, namun situasi tidak terkendali dan terjadi perkelahian yang mengakibatkan korban luka dari kedua belah pihak serta pihak penambang PT ASR sekira 7 orang berusaha lari untuk menyelamatkan diri.

Tidak lama berselang, personil Satuan Intelkam Polres Pinrang dipimpin Kasat Intelkam AKP Muksin tiba di TKP dan berusaha mengamankan situasi, dan warga tetap menolak aktivitas tambang pasir dan membubarkan diri kembali ke perkampungan di Desa Salipolo.

Pihak penambang pasir PT ASR yang menjadi korban dibawa ke Puskesmas Cempa dan RSUD Lasinrang Pinrang oleh personil Polsek Cempa untuk mendapatkan perawatan medis, dan situasi di TKP dalam keadaan aman dan kondusif.

Permasalahan sengketa tambang pasir di Desa Salipolo, Kecamatan Cempa, Pinrang, antara pihak warga yang menolak aktivitas tambang dengan pihak perusahaan PT ASR sudah beberapakali dilakukan mediasi maupun aksi unjuk rasa warga, namun belum ada penyelesaian.

Pihak warga yang menolak aktivitas tambang pasir mendatangi lokasi tambang dengan maksud menghentikan sementara aktivitas PT ASR karena belum ada keputusan atau kesepakatan setelah dilakukan hearing di kantor DPRD Pinrang.

Hingga saat ini situasi di TKP dalam keadaan aman dan kondusif dengan pengamanan personil dari Polsek Cempa, Babinsa Salipolo Serda Amri, Unit Resmob Satuan Reskrim, Satuan Intelkam dan Satuan Sabhara dipimpin Kabag Ops, Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, Kasat Sabhara dan Kapolsek Cempa Polrse Pinrang.

Pihak perusahaan tambang PT ASR mempunyai izin tambang resmi, dimana izinnya berlaku sejak 2 tahun lalu, tetapi warga menolak sebab terjadi abrasi sungai menyebabkan perkampungan dan lahan tambak tergerus abrasi.

Di salah satu Pos Kamling di Kampung Salipolo, warga menempelkan poster bertuliskan, selamatkan desa kami dari manusia serakah, tolak keras tambang pasir. (Santoso/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya