Anggota SPTP UK PT Mamuang Kecelakaan Tunggal, Manajemen Biayai Pengobatannya Hingga Sembuh

03 November 2019 16:19
Anggota SPTP UK PT Mamuang Kecelakaan Tunggal, Manajemen Biayai Pengobatannya Hingga Sembuh
Ketua SPTP UK PT Mamuang, Ubaid Solooti saat menjenguk Darwis di kediaman orang tuanya di Desa Pessaku, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Sulteng. (Muhammad Tahir Pilo/Trans89.com)

SIGI, TRANS89.COM – Mewakili manajemen, Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan Unit Kerja (SPTP UK) PT Mamuang, membesuk karyawan yang mengalami penyakit berkepanjangan akibat kecelakaan Lakalantas saat mudik lebaran empat bulan yang lalu.

Darwis yang merupakan karyawan perusahaan PT Mamuang dan terdaftar sebagai anggota (SPTP-UK) PT Mamuang merupaka anak perusahaan PT Astra Agro Lestari (AAL) Grup Area Celebes 1 (C1) mengalami kecelakaan Lakalantas bulan Juni lalu dan sampai saat ini masih terbaring lumpuh.

Kejadiannya Darwis (42) karyawan perusahaan PT Mamuang ijin cuti libur lebaran, namun naas di perjalanan, Darwis mendapat musibah kecelakaan tunggal saat berkendaraan roda dua motor matic Honda Beat warna putih di jalan poros Trans Sulawesi di Desa Kasoloang, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar).

Ketua SPTP UK PT Mamuang, Ubaid Solooti mendapat informasi dari supervisi yang menjadi atasan pasien tersebut, langsung berkoordinasi dengan manajemen perusahaan terkait masalah Darwis yang masih dalam perawatan di Desa Pessaku, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Dewan Pengurus Serikat Buruh (DPSB) SPTP UK PT Mamuang mengajak jajarannya untuk membesuk pasien yang saat ini masi terbaring di rumahnya Kabupaten Sigi, Kamis (31/11/2019).

Ubaid meminta ke Manajemen PT Mamuang untuk mengajak tim kesehatan medis Poliklinik Kebun (Polibun) Rosita serta tiga orang DPSB SPTP UK PT Mamuang, I Putu Satria, Gunawan dan Acho menjenguk Darwis sekaligus serahkan bingkisan beras dan lainnya.

Darwis mengaku telah dirawat di RS Undata Palu setelah itu dia pindahkan ke RS Balai Keselamatan (BK) dan dirawat di kediaman orang tuanya di Sigi sekitar sepuluh hari, namun karena keluarga merasa tidak ada perubahan, akhirnya pihak keluarga melakukan pengobatan rawat jalan.

“Pihak rumah sakit meminta ke saya dirujuk ke rumah sakit di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), karena hasil pemeriksaan rumah sakit di Palu, saya mengalami saraf terjepit, dan hasil rundingan bersama keluarga memilih pengobatan rawat jalan di kampung di Sigi,” ujar Darwis.

Keluarga Datwis dalam hal ini yang di wakili oleh istrinya mengucapkan banyak banyak terima kasih kepada manajemen PT Mamuang atas perhatian dan kepeduliannya terhadap suaminya yang sedang mengalami musibah.

“Suami saya dirawat di RS Undata lalu ke RS BK, mereka menyarankan dirujuk ke rumah sakit di Makassar, karena hasil pemeriksaan di RS Palu kalau saraf terjepit, namun kami meminta agar pengobatannya rawat jalan,” ucap istri Darwis.

Sementara Ubaid Solooti berharap pihak perusahaan, agar karyawan yang mengalami penderitaan penyakit saraf terjepit akibat kecelakaan Lakalantas empat bulan yang lalu hingga saat ini mengakibatkan lumpuh, agar mendapat penanganan serius oleh pihak rumah sakit dan pihak perusahaan bisa menjamin seluruh biaya pengobatannya hingga sembuh.

“Saya beserta seluruh pengurus dan anggota SPTP UK PT Mamuang, berharap Darwis bisa segera pulih dari sakit yang dideritanya. Serta seluruh keluarga dapat diberikan ketabahan dan kesabaran. Kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua, agar selalu memperhatikan tentang keselamatan berkendara maupun bekerja. Semoga korban segera sembuh dan keluarganya diberi ketabahan. Rencananya, Darwis akan kembali dirawat di RS BK karena hasil musyawarah bersama keluarganya,” demikian Ubaid. (Pilo/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya