Anak Buruh Tani Asal Bambaira Pasangkayu Raih S2

03 November 2019 21:23
Anak Buruh Tani Asal Bambaira Pasangkayu Raih S2
Pemuda asal Desa Bambaira, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar, Agus Salim selesaikan S2-nya di Untad Palu. (Ist)

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Pemuda asal Desa Bambaira, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Agus Salim atau yang akrab disapa Agus ini, kisah hidupnya patut dicontoh oleh para generasi muda.

Anak buruh tani dari pasangan Amiruddin dan Nur Ida, berhasil meraih gelar S2-nya di salah satu Universitas ternama Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Sejak kecil, perjuangan Agus untuk menempuh pendidikan tidaklah mudah. Anak ke-3 dari enam bersaudara tersebut seringkali mendapat kendala finansial untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik.

Anak muda enerjik kelahiran 10 Agustus 1993 ini telah diwisuda oleh Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof Dr Ir Mahfudz, MP pada 31 Oktober 2019 lalu di Aula Kedokteran UUntad.

Agus lulusan Study S2 Magister Ilmu Pengetahuan Sosial, dengan memperoleh nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,91.

“Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT, sehingga saya bisa seperti ini. Atas inzin-NYA, saya telah menyelesaikan S2, dan saya berterimakasih kepada kedua orang tua yang selalu mendukung semua langkah saya mencapai tujuan cita-cita saya, termasuk juga kepada keluarga besar, sahabat dan rekan kerabat lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu,” kata Agus Salim di kediamannya di Desa Bambaira, Minggu (3/11/2019).

Anak dari pasangan Amiruddin dan Nur Ida mengucapkan rasa terimakasihnya kepada kedua dosen pembimbingnya, Dr H Asep Mahfudz, M.Si dan Dr H Muh Ali Jennah, M.Hum, yang selama ini dianggapnya sebagai orang tua Agus selama menempuh jenjang pendidikan di kampus. Berkat dukungan mereka jugalah sehinggah pria asal Bambaira ini tetap bertahan dan terus semangat menyelesaikan pendidikannya.

“Terimakasih Pak H Asep Mahfudz dan H Muh. Ali Jennah. Kalian telah sudi membimbing saya penuh dengan kesabaran dan keikhlasan. Kalian telah banyak memberikan ilmu tentang dunia pendidikan, baik itu secara akademik maupun non akademik kepada saya dan memberikan pelajaran tentang hidup. semoga Bapak terus diberi kesehatan oleh Allah SWT,” ucap Agus.

Agus pemudaasal Desa Bambaira yang telah menyelesaikan program S2 dengan menggunakan biaya dari hasil keringatnya selama bekerja sebagai guru honorer di dua sekolah di Kota Palu dan hasil dari penjualan satu ekor sapi milik adiknya. (Wawan/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya