Pergerakan Aktivis Peduli Sepakbola Indonesia Tolak Mochamad Iriawan Sebagai Ketum PSSI Hasil KLB

02 November 2019 17:55
Pergerakan Aktivis Peduli Sepakbola Indonesia Tolak Mochamad Iriawan Sebagai Ketum PSSI Hasil KLB
Aksi Pergerakan Aktivis Peduli Sepakbola Indonesia, depan Hotel Shangrila, Jalan Raya Jatiwaringin, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Bagus Prasetyo/Trans89.com)

JAKARTA, TRANS89.COM – Aksi unjuk rasa Pergerakan Aktivis Peduli Sepakbola Indonesia diikuti 10 orang peserta aksi dipimpin Imaduddin dan Heri Saputra, berlangsung depan Hotel Shangrila, Jalan Raya Jatiwaringin, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (2/11/2019).

Sebelumnya,jalannya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Shangrila, enam orang calon ketua PSSI sempat melakukan interupsi yang di warnai aksi saling dorong dengan pihak keamanan.

Kongres yang berlangsung tertutup itu telah menetapkan Mochamad Iriawan atau Iwan Bule sebagai Ketua Umum (Ketum) PSSI periode 2019-2023. Iwan mendapatkan 82 suara dari 86 suara.

Sementara diluar atau depan Hotel Shangrila tempat pelaksaan KLB, massa aksi dari Pergerakan Aktivis Peduli Sepakbola Indonesia membawa spanduk bertuliskan, boikot kongres PSSI yang cacat prosedural. Tolak calon Ketua PSSI yang non prestasi didunia persepakbolaaan nasional. Usut tuntas dan adili dugaan oknum-oknum kepolisian yang terlibat kampanyekan Moch Iriawan (Iwan Bule) sebagai calon Ketua PSSI.

Imaduddin mengatakan, boikot kongres PSSI yang dianggap cacat prosedural dan tolak calon Ketua PSSI yang non prestasi di dunia persepakbolaan nasional.

“Kami meminta usut tuntas dan adili dugaan oknum kepolisian yang terlibat kampanyekan Moch Iriawan sebagai calon Ketum PSSI. Kami mendukung segala upaya pemberantasan mafia sepakbola dan menolak keras adanya praktik money politic (politik uang) dalam perebutan kekuasaan di tubuh PSSI,” kata Imanuddin. (Bagus/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya