Polres Matra Berhasil Tangkap Pembobol Brangkas Dinas PUPR Pasangkayu

01 November 2019 15:06
Polres Matra Berhasil Tangkap Pembobol Brangkas Dinas PUPR Pasangkayu
Konfrensi pers Wakpolres Matra, Kompol Jufri Hamid terkait terkait kasus pencurian di Kantor PUPR Pasangkayu, berlangsung di Mapolres Matra Jalan Ir Soekarno, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Radit Anggara/Trans89.com)

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Konfrensi pers Wakpolres Mamuju Utara (Matra), Kompol Jufri Hamid terkait terkait kasus pencurian di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pasangkayu, berlangsung di Mapolres Matra Jalan Ir Soekarno, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (1/10/2019).

Adapun tiga tersangka dalam kasus pembobolan di Dinas PUPR Pasangkayu, Andi Taslim ((62), pekrjaan tidak ada, alamat Desa Rampoang, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel) status crime residivis. Amir alias Atong (41) pekerjaan tidak ada, alamat Jalan Anoa, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), status crime residivis, Masrudin (47), pekerjaan tukang batu dan sopir, alamat Jalan Anoa, Kota Palu dan Desa Meli, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Sulteng.

Wakapolres Matra, Kompol Jufri Hamid mengatakan, kronologis kejadian pencurian pencurian terjadi pada tanggal 2 Oktober 2019 di Kantor Dinas PUPR Pasangkayu, saat itu telah terjadi pembongkaran ruang dan pembongkaran 1 buah brangkas oleh orang tidak dikenal (OTK).

“Pemda Pasangkayu kemudian melaporkan hal tersebut kepada Polres Matra. Tim Reskrim Polres Matra kemudian menindaklanjuti dan bekerjasama dengan Polres Donggala dan Palu untuk membentuk tim gabungan dalam mengungkapnya, sebab ada beberapa kasus serupa yang terjadi di Donggala dan Palu,” kata Kompol Jufri.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan tersangka, yang bersangkutan mengakui bahwa brangkas tersebut pada saat di bongkar tidak berisi uang, namun beberapa alat bukti yang berhasil disita diantaranya dos recorder CCTV, 1 buah linggis, obeng, scarf sebagai topeng pada saat melakukan aksi, dan linggis besar yang saat ini disita oleh Polres Donggala.

“Atas kerjasama dan dengan berbagai tehnik dan taktik Tim Reskrim, ketiga tersangka akhirnya ditangkap pada 29 Oktober 2019. Salah satunya tersangka diproses di Polres Matra, sedangkan tersangka lainnya diproses di Polres Donggala dan Polres Palu,” tutur Kompol Jufri.

Kompol Jufri mengungkapkan, untuk sementara, pasal yang dirsangkakan kepada tersangka yakni 363 ayat 1,4, dan 5 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

“Tersangka diduga merupakan residivis dan diduga merupakan pemain antar provinsi yakni Sulteng, Sulbar, dan bahkan sampai Gorontalo,” ungkapnya. (Radit/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya