Jelang Akreditasi Tahap II, PKM Sumarorong Mamasa Kajibanding ke PKM Lampa Pinrang

30 October 2019 20:51
Jelang Akreditasi Tahap II, PKM Sumarorong Mamasa Kajibanding ke PKM Lampa Pinrang
Kepala Puskesmas Lampa, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulsel, dr Hj Andi Silviani saat menerima rombongan Kajibanding PKM Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulbar, dipimpin Kapus Yustina Lolok. (Andi Waris Tala/Trans89.com)

PINRANG, TRANS89.COM – Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Sumarorong, Kabupate Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), dalam menyelesaikan proses akreditasi tahap awal oleh Tim Penilai Akreditasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, menganggap PKM Sumarorong layak ditetapkan sebagai PKM Akreditasi Madya.

Dengan ditetapkannya PKM Sumarorong oleh Tim Penilai Kemenkes RI pada peringkat akreditasi madya, tidak membuat Kepala Puskesmas bersama stafnya bangga diri, namun predikat akreditasi madya yang telah diraih di survei akreditasi awal, membuat PKM Sumarorong semakin memacu diri untuk mencapai target pelayanan yang maksimal.

Untuk mencapai target pelayanan yang maksimal dan berkualitas, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mamasa kembali mengikutkan PKM Sumarorong masuk daftar akreditasi tahap ke dua pada tahun 2020 nanti.

Hal tersebut disampaikan penanggungjawab akreditasi Dinkes Mamasa, Onasiman Djanning menjelaskan, untuk Tahun 2020, ada 4 PKM yang akan ikut penilaian akreditasi dengan berbagai tingkatan, yakni PKM Messawa, Sumarorong, Mamasa dan Tawalian.

“Olehnya itu, sangat di harapkan agar didalam menghadapi akreditasi selanjutnya, segala sesuatu harus di persiapkan khususnya dokumen fisik PKM serta peran lintas sektor.

Hal yang sama diutarakan pendamping Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM), Naomi Bungan mengatakan, selain dokumen serta bukti nyata peran lintas sektor.

“Selain itu, kondisi lingkungan juga menjadi penentu vital tercapainya akreditasi,” kata Naomi.

Sementara Kepala PKM Sumarorong, Yustina Lolok mengucapkan puji Tuhan karena akreditasi tahap awal kami telah lalui dengan predikat madya.

“Kami berupaya keras untuk mencapai peringkat berikutnya, semoga akreditasi yang akan datang ini, kami mendapatkan peringkat utama atau peingkat paripurna,” ucap Yustina.

Menurutnya, suksesnya akreditasi tidak terlepas dari peran serta masyarakat dan lintas sektoral.

“Hal yang paling dibutuhkan dalam akreditasi kedepan, yakni perhatian pemerintah daerah (Pemda) dalam hal biaya operasional untuk keperluan akreditasi,” tutur Yustina

Kepala Puskesmas Lampa, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), seusai menerima rombongan Kajibanding PKM Sumarorong, dr Hj Andi Silviani menyampaikan, Puskesmas Sumarorong merupakan Puskesmas ke 67 melakukan Kajibanding di puskesmas kami (PKM Lampa), setelah puskesmas dari berbagai daerah di Sulsel, Sulbar dan Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Kami sangat terharu, karena rekan-rekan Kepala Puskesmas (Kapus) merujuk PKM LAMPA menjadi obyek Kajibanding,” papar Silviani, Rabu (30/10/2019).

Dirinya menyebutkan, untuk mencapai prestasi Akreditasi Tingkat Paripurna, ini dibutuhkan waktu, tenaga serta pikiran yang melelahkan. Selain itu, kata Silviani, komunikasi dengan staf serta lintas sektor itu sebuah hal yang sangat mendukung.

“Olehnya itu, kami sangat bersyukur dan berterimakasih, karena di Kabupaten Pinrang, mulai Bupati, Kadis Kesehatan, Camat Duampanua dan seluruh Kepala Desa (Kades) dan Lurah ikut serta berperan, sehingga Puskesmas Lampa bisa mencapai Akreditasi Peringkat Paripurna. Semoga di Mamasa juga demikian adanya, sehingga apa yang kami capai, juga dapat di capai oleh rekan-rekan Kapus di Kabupaten Mamasa,” demikian Silviani. (AWT/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya