Warga Minta Rambu Penunjuk Jalan Poros Mamuju-Pasangkayu di Kalukku Segera Dipindahkan

29 October 2019 15:05
Warga Minta Rambu Penunjuk Jalan Poros Mamuju-Pasangkayu di Kalukku Segera Dipindahkan
Rambu penunjuk jalan yang terpasang di jalan Poros Mamuju - Pasangkayu dibongkar Dusun Kampung Baru dan Tarawe, Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kambupaten Mamuju, Sulbar. (Muhammad Gufran/Trans89.com)

MAMUJU, TRANS89.COM – Warga Dusun Kampung Baru dan Tarawe, Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kambupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), minta rambu penunjuk jalan yang terpasang di jalan Poros Mamuju – Pasangkayu dibongkar.

Pasalnya, rambu penunjuk jalan tersebut dianggap ‘menipu’ dan menyesatkan. Hal tersebut diungkapkan salah seorang warga dusun Tarawe Udin.

“Salah pasang itu. Menipu itu. Banyak orang yang tersesat dan salah arah gara-gara penunjuk jalan ini,” ujar Udin kepada media ini, Selasa (29/10/2019).

Pada rambu penunjuk jalan yang dimaksud, dari arah Kota Mamuju, tertulis menunjuk arah jalan ke kiri menuju Kampung Galung dan searah jalan poros ke Pasangkayu. Padahal arah yang ditunjuk menuju ke Dusun Tarawe, Kampung Baru dan berlanjut arah utara ke Dusun Babalalang.

Kata Udin, rambu penunjuk jalan tersebut seharusnya terpasang di depan Kantor Komando Rayon Militer (Koramil) Kecamatan Kalukku. Sebab jalan ke kiri dari arah Kota Mamuju yang berada tepat di samping Kantor Koramil, adalah jalan ke Galung dan kampung-kampung lain yang dilalui seperti Manaiman, Panamba dan Kayumate.

“Itu cukup jauh dari sini (Tarawe-red). Jadi bayangkan kalau malam-malam ada penumpang bis dari Makassar yang diturunkan di sini. Sopir kan mengikuti rambu penunjuk arah. Jadi ini (rambu penunjuk jalan) supaya dibongkar dan dipindahkan,” kata Udin.

Hal senada diungkapkan Mama Anti, warga Dusun Kampung Baru. Ia mengatakan, beberapa hari yang lalu, di jalan menuju arah rumahnya, dirinya bertemu orang yang menanyakan kampung Kayumate.

“Dia bilang, Bu masih jauh jalan ke Kayumate? Jadi saya bilang, ya jauh karena arah ke Kampung Baru ini. Kalau Kayumate jauh di sana, setelah jembatan Tasiu, di belakang Kantor Koramil,” ungkap Mama Anti menirukan pertanyaan orang yang dimaksud.

Menurutnya, orang yang bertanya karena salah jalan bukan kali ini saja. Namun sudah sangat sering.

“Oleh sebab itu ia berharap, rambu penunjuk arah jalan tersebut segera dipindahkan ke tempat yang seharusnya,” tutur Mama Anti.

Sementara itu, pantauan media ini, rambu penunjuk jalan yang terpasang di depan kantor Koramil di Kelurahan Tasiu, Kecamatan Kalukku terjepit di sela-sela pohon yang tumbuh tepat di dekat tiang plang.

Akibatnya sebagian huruf pada tulisan nama tempat yang ditunjuk tidak bisa terbaca karena plang rambu jalan teralsebut terjepit cabang-cabang pohon dan menyebakan plang rambu terhalang. Bahkan tiang besi san plang rambu jalan tersebut sudah tampak miring di sela-sela batang pohon. (Guf)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya