EK-LMND dan Api Kartini Ternate Unjuk Rasa Peringati Hari Sumpah Pemuda

29 October 2019 01:08
EK-LMND dan Api Kartini Ternate Unjuk Rasa Peringati Hari Sumpah Pemuda
Aksi Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) Ternate dan Aksi Perempuan Indonesia (Api) Kartini, berlangsung di Dodoku Ali, kantor RRI Cabang Ternate, depan Pasar Barito Bahar Berkesan dan depan kantor Walikota Ternate, Malut. (Warta Iksani/Trans89.com)

TERNATE, TRABS89.COM – Aksi unjuk rasa Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) Ternate, Aksi Perempuan Indonesia (Api) Kartini dan Sekolah Kritis Kota Ternate, diikuti 30 orang peserta aksi dipimpin Arwin J Wahid dalam rangka peringati Hari Sumpah Pemuda.

Aksi tersebut mengangkat isu ganti haluan ekonomi wujudkan pendidikan gratis ilmiah dan demokratis s erta menangkan Pancasila, berlangsung di Dodoku Ali, Kelurahan Salero, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), Senin (28/10/2019).

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, ganti haluan ekonomi, wujudkan pendidikan gratis ilmiah, demokratis dan menangkan Pancasila.

Tuntutan massa aksi, laksanakan pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, tolak kenaikan BPJS kesehatan kembalikan ke Jamkesmas, cabut UUD proneolib, laksanakan pasal 31 UUD 1945, laksanakan pasal 34 UUD 1945.

Orasi Arwin J Wahid megatakan, sejarah kaum muda merupakan salve (pelega) terbentuknya suatu bangsa Indonesia dari cengkraman imperialisme barat yang selalu menjajah Indonesia yang berangkat dari pahlawan kerajaan-kerajaan di nusantara, sehingga sampai terbentuknya organisasi Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 dipelopori Sutomo dan kawan-kawannya.

“Seiring berjalannya waktu, kaum muda dan kaum tua terjadinya perselisihan pendapat diperuntukkan pada tanggal 5 Oktober untuk memperkuat strategi kaum muda melawan penjajah, namun berdirinya organisasi kedaerahan yang mempelopori Jong Jawa, Jong Celebes dan Jong Ambon, Jong Sumater, Jong Borneo,” kata Arwin.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang sangat kaya sumber daya alamnya, tapi rakyat masih jauh dari ambang kesejahteraan akibat dari pemerintah nasional yang tidak menjalankan Pancasila dan UUD 1945.

“Hal itu membuat rakyat yang menjadi sasaran eksploitasi, dimana kondisi bangsa Indonesia saat ini telah mengalami keterpurukan sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan dan akibat dari masuknya neo liberalisme dan kapitalisme lewat perusahaan swasta dari negara asing yang menggerogoti kekayaan alam Indonesia,” tutur Arwin.

Selanjutnya massa aksi menuju kantor RRI Cabang Ternate, depan Pasar Barito Bahar Berkesan dan depan kantor Walikota Ternate untuk menyampaikan orasi yang sama. (Iksani/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya