Unjuk Rasa Aliansi Kalbar Tolak PLTN di Pontianak

21 October 2019 03:06
Unjuk Rasa Aliansi Kalbar Tolak PLTN di Pontianak
Aksi Aliansi Kalbar Tolak PLTN merupakan aktivis WALHI Kalbar, berlangsung di CFD Jalan Jenderal Ahamd Yani depan Masjid Raya Mujadin, Kota Pontianak. (Indra Batra/Trans89.com)

PONTIANAK, TRANS89.COM – Aksi unjuk rasa Aliansi Kalbar Tolak Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) merupakan aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalbar.

Aksi tersebut dalam rangka menolak pembangunan PLTN di Kalimantan Barat (Kalbar) diikuti 7 orang peserta aksi dipimpin Hendrikus Adam dan Ilham Pratama, berlangsung di car fre day (CFD) Jalan Jenderal Ahamd Yani depan Masjid Raya Mujadin, Kota Pontianak, Kalbar, Minggu (20/10/2019).

Mass aksi membawa spanduk dan pamflet bertuliskan, Kalimantan Barat Tolak PLTN, hentikan sesat pikir dan kebohongan publik promotor PLN di Indonesia – Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir bukan solusi. Presiden, jauhkan Indonesia, jauhkan Kalbar dari bencana PLTN. Presiden hentikan PLTN. Pak Presiden, Kalbar Tolak PLTN. Selamat Pak Jokowi 135.479 Hektar (ha) hutan dan lahan habis terbakar di era bapak #kami trauma dengan asap, #masih melawan asap.

Salah satu peserta aksi, Lili mengatakan, kegiatan aksi ini untuk menolak PLTN.

“Pembangunan PLTN sangat berdampak buruk baik limbah maupun efek penggunaan PLTN,” kata Lili.

Aksi tersebut hanya dilaksanakan di CFD Jalan Jenderal Ahamd Yani.

Sebelumnya, aksi serupa pada hari Kamis tanggal 10 Oktober 2019 di Taman Arboretum Sylva Untan Jalan Jenderal Ahamd Yani, Kota Pontianak, juga unjuk rasa Aliansi Kalbar Tolak PLTN diikuti 15 orang peserta aksi dipimpin Hendrikus Adam, Lisnawati dan Ilham Pratama.

Para pengunjuk rasa merupakan aktivis WALHI, Komunitas Peduli Lingkungan dan Mahasiswa Pencinta Alam yang mengatasnamakan Aliansi Kalimantan Barat Tolak PLTN. (Indra/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya