Catut Nama Bupati Mamasa, Oknum Wartawan di Duga ‘Peras’ Kades Minta Uang

20 October 2019 18:26
Catut Nama Bupati Mamasa, Oknum Wartawan di Duga ‘Peras’ Kades Minta Uang
Kades Batanguru Timur, Aris bersama Wartawan Trans89.com Andi Waris Tala. (Andi Waris Tala/Trans89.com)

MAMASA, TRANS89.COM – Belakangan ini para kepala desa (Kades) di wilayah Kabupaten Mamasa diresahkan dengan hadirnya oknum yang mengaku wartawan dan LSM.

Kehadiran oknum yang mengaku LSM dan Wartawan seperti ini, acap kali membuat para Kadesa kebingungan. Tak ayal, beberapa Kades yang terkecoh dengan kehadiran mereka dengan cara bergerombol dengan atribut yang beraneka ragam.

Seperti yang dialami Kades Batanguru Timur, Aris mengatakan bahwa oknum yang datang di desanya beberapa hari lalu mengaku mendapat persetujuan dari Bupati Mamasa Ramlan Badawi. Lanjut Aris bercerita, saat itu dirinya baru saja tiba di rumah setelah hampir seharian di kantor Desa Batanguru Timur, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).

“Setelah sampai di rumah, saya kedatangan tamu yang mengaku sebagai wartawan salah satu media dari Tabloid Celebes News. Kedatangan oknum yang mengaku wartawan ini mengatakan kepada saya, bahwa kedatangannya atas perintah Bupati Mamasa Ramlan Badawi. Saya diperintah bupati untuk mengambil gambar seluruh Kades se-Kabupaten Mamasa,” cerita aris menirukan gaya oknum yang mengaku wartawan, Minggu (20/10/2019).

Tanpa panjang lebar Aris bergegas mengenakan baju dinas Kades lalu berjalan menuju ke kantor desa bersama oknum yang mengaku Wartawan itu guna kepentingan pengambilan gambar.

Namun alangkah kagetnya Aris setelah proses pengambilan gambar selesai,oknum wartawan tersebut meminta uang sebanyak Rp2.000.000 kepada Aris dengan alasan biaya perjalanan dan publikasi.

“Selaku Kades, tentu mengikuti apa yang disampaikan oleh oknum yang mengaku wartawan, sebab oknum wartawan tersebut mengaku di rekomendasikan oleh Bupati. Saya tidak curiga, karena saya kenal dengan oknum wartawan itu, lagian ini bentuk loyalitas bawahan kepada pimpinan, karena oknum tersebut mengaku di perintahkan oleh pimpinan,” ujar Aris.

Aris mengungkapkan, uang sebanyak Rp2 juta rupiah yang diminta oknum wartawan tidak dipenuhinya, sebab saat itu dirinya hanya mengantongi uang sebesar Rp600 ribu. Akhirnya Oknum wartawan tersebut dengan wajah santai mau saja menerima dana sebesar Rp600 ribu yang di minta kepada Aris.

“Oknum yang mengaku Wartawan berinisial RS memang sering datang di wilayah pemerintahannya. Bahkan oknum RS pernah datang meminta uang Rp1,5 juta dengan alasan untuk biaya operasional media oknum RS,” ungkap Aris.

Menurut Aris, kedatangan wartawan dan LSM di desanya disambut dengan baik, sebab wartawan dan LSM merupakan mitra kerja pemerintah mulai pemerintah pusat sampai pemerintahan tingkat desa.

“Namun kehadiran oknum seperti RS benar-benar meresahkan kami. Sebab kedatangan oknum seperti itu tidak berdampak positif bagi masyarakat di desanya. Lebih fatal lagi, karena oknum berinisial RS berani membawa-bawa nama Bupati Mamasa. Saya berencana melaporkan kejadian ini kepada Bupati Mamasa dan pihak Kepoliisian, agar kedepan tidak adalagi korban berikutnya,” tutur Aris.

Sekaitan dengan kejadian yang dialami Aris, Bupati Mamasa Ramlan Badawi yang hendak di konfirmasi via telepon selulernya tidak tidak tersambung.

Via pesan singkat staf khusus Bupati Mamasa, Yostan menjelaskan bahwa keluhan Kades akan disampaikan kepada Bupati saat bertemu bupati.

“Saya sangat yakin, bahwa oknum yang mengaku di perintah oleh Bupati melakukan hal itu atas inisiatif sendiri. Tidak masuk akal seorang bupati yang memerintahkan hal seperti itu,” jawab Yostan via pesan singkatnya.

Informasi yang berkembang ditengah masyarakat, bahwa oknum yang mengaku wartawan tersebut pernah tersandung kasus yang sama. Bahkan informasi dari sumber yang tidak mau identitasnya ditulis menyebutkan, oknum RS ternyata pernah menjalani proses hukum di pengadilan dengan kasus yang sama.

“Oknum RS sempat menjalani masa tahanan dengan status narapidana di Rumah Tahanan Balla beberapa tahun lalu. Oknum RS dijebloskan ke penjara karena dilaporkan salah seorang Kades dari wilayah tiga Mamasa. Saat itu oknum RS yang mengaku wartawan juga meminta sejumlah uang dengan mencatut nama salah serang anggota DPR-RI,” sebutnya. (Tadius/AWT/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya