Dinsos Bersama Tagana Gelar Penyuluhan Kampung Siaga Bencana

16 October 2019 16:29
Dinsos Bersama Tagana Gelar Penyuluhan Kampung Siaga Bencana
Kepala Dinas Sosial Pasangkayu, Jamal (tengah) bersama Kepala BPBD Pasangkayu, Mulyadi dan Camat Sarjo saat menghadiri acara penyuluhan dan pelatihan kampung siaga bencana di kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Andis/Trans89.com)

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Untuk membangun kondusifitas daerah rawan bencana, Tim Tanggap Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial (Dinsos) Sulawesi Barat (Sulbar) bersama Dinsos Pasangkayu gelar penyuluhan kampung siaga bencana.

Pelaksanaan kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan selama tiga hari mulai 15-17 Oktober dibuka kepala Dinsos Pasangkayu Jamal, di desa Sarude, kecamatan Sarjo, kabupaten Pasangkayu, Selasa (15/10/2019).

Selain dihadiri Dinsos dan Tim TAGANA Pasangkayu, kegiatan penyuluhan dihadiri juga kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasangkayu Mulyadi dan Camat Sarjo Mahfud.

Sambutan Kadis Sosial Pasangkayu, Jamal mengatakan, penanganan bencana merupakan suatu kebutuhan yang bersifat berkesinambungan, baik untuk pemerintah maupun masyarakat, karena akibat dari bencana akan menghambat lajunya pembangunan serta akan menguras habis semua potensi alam.

“Bencana datangnya sulit diprediksi dan diramalkan, sehingga untuk meminimalkan perlu upaya penanganan yang maksimal secara dini,” kata Jamal.

Menurutnya, penyelenggaraan penanggulangan bencana merupakan tanggungjawab dan wewenang pemerintah yang harus dilaksanakan secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh dari dukungan masyarakat dan pemerhati bencana.

“Kepada para peserta pelatihan dan penyuluhan untuk lebih serius dan penuh kesungguhan, agar bisa meresapi serta menganalisa secara seksama materi yang disampaikan oleh para narasumber dan praktisi. Jika perlu nantinya dalam penerimaan materi ada yang tidak dipahami, kita tanyakan lansung sebelum menerima kelanjutan materi tersebut atau mungkin saja peserta mau menanyakan permasalahan yang dihadapi di lapangan untuk bisa kita diskusikan bersama,” tutur Jamal.

Perwakilan Tim Tagana Dinsos Sulbar, Fatma menjelaskan, penyuluhan kampung siaga bencana yang dilaksanakan pada hari ini bertujuan untuk membentuk tenaga inti dengan meningkatkan pengetahuan, keterampilan di bidang bencana dan diharapkan pada saat terjadi bencana mengurangi resiko bencana dapat tercipta.

“Tentunya pada diri kita sebagai generasi muda dan pemerhati bencana secara profesional dilandasi oleh kepribadian dan etika yang tulus, ikhlas serta dapat berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan serta kesatuan dalam upaya meringankan beban penderita para korban. Untuk materi kegiatan di hari pertama ini kita lakukan penyuluhan, di hari kedua akan dilakukan pelatihan dan dihari ketiga akan dilanjutkan dengan melakukan simulasi dilapangan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang sudah ditentukan oleh pemerintah,” jelasnya.

Usai acara pembukaan penyuluhan, hal yang sama disampaikan Sekretaris Dinsos Amelia Anwar, bahwa pelatihan dan penyuluhan ini juga merupakan salah satu kegiatan yang cukup penting dan mendasar tentang dengan sasaran tepat, karena bapak dan ibu yang menjadi peserta nantinya akan menjadi ujung tombak dan penggerak dalam penanganan korban bencana kedepan.

“Upaya penanganan bencana bukan hanya berkaitan dengan pemberian bantuan melainkan dalam pengertian bahwa penanganan bencana harus dilaksanakan secara berkesinambungan dan tuntas. Kami berharap, usai mendapatkan penyuluhan, para peserta dapat menularkannya kembali minimal ke keluarganya masing-masing terlebih dahulu, kemudian silahkan dikembangkan ke tingkat RT/RW hingga meningkat ke tingkat antar desa dan seterusnya,” demikian Amelia. (Ndi)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya