Komunitas Nelayan Kecil Balikpapan Unjuk Rasa di Diklat PT Pertamina

12 October 2019 01:50
Komunitas Nelayan Kecil Balikpapan Unjuk Rasa di Diklat PT Pertamina
Unjuk rasa perkumpulan nelayan kecil Kota Balikpapan untuk penyampaian aspirasi dan aksi protes kepada PT Pertamina, berlangsung di Kantor Diklat PT Pertamina Jalan Marga Sari, Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kaltim. (Mas Ole/Trans89.com)

BALIKPAPAN, TRANS89.COM – Aksi unjuk rasa perkumpulan nelayan kecil Kota Balikpapan diikuti sekitar 100 orang peserta aksi dipimpin Syamsu Alam untuk penyampaian aspirasi dan aksi protes kepada PT Pertamina, berlangsung di Kantor Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PT Pertamina Jalan Marga Sari, Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Jumat (11/11/2019).

Massa aksi berkumpul di jembatan Manggar, Balikpapan Barat kemudian bergerak menuju Kantor Diklat Pertamina.

Setiba di depan Kantor Diklat Pertamina, Syamsu Alam menyampaikan tuntutan, para nelayan kecil menuntut keadilan dan perhatian dari perusahan Pertamina akibat pembuangan lumpur, dan nelayan minta kompensasi akibat dugaan pencemaran pembuangan lumpur proyek Refinery Development Master Plan (RDMP).

“Kami nelayan meminta agar keluarganya di beri kesempatan untuk bekerja di Pertamina. Banyak di temukan tumpahan minyak di area tangkap ikan. Kalau memang proyek RDMP tidak bisa di hentikan, maka nelayan meminta dibuatkan rambu tanda pembuangan lumpur,” papar Syamsu.

Selanjutnya dilaksanakan mediasi antara pihak Pertamina dengan perwakilan para massa aksi di ruang meeting Diklat Pertamina dihadiri, Pjs Project Koordinator RDMP Bambang Harimurti, Kabag Security Gatot Firmanullah, Kabag Security RDPM Pertamina Asep Cahyana, Wakapolres Balikpapan Kompol Andre Anas, Kasat Intel Polres Balikpapan AKP Sarbini, perwakilan nelayan Syamsu Alam, Syahruddin, Salamat, Ismail Yunus, Fadlan, Langati dan Darmansyah

Hasil mediasi tersebut, terkait tuntutan yang di sampaikan akan di sampaikan ke koordinator pelaksana proyek RDMP.

Namun pihak Pertamina memberikan keterangan proyek RDMP tidak bisa di hentikan, karena hal tersebut sudah melalui proses kajian dan di lengkapi surat perijinan resmi, jadi untuk kedepan hal tersebut akan di komunikasikan ke pihak nelayan Keluarahan Manggar yang belum mengetahuinya.

Nelayan memberikan waktu pihak Pertamina untuk menjawab tuntutan pada tanggal 15 Oktober 2019. (Ole/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya