62 Ton Bibit Jagung di Salurkan ke Mamasa, Palalulan: Untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

11 October 2019 20:31
62 Ton Bibit Jagung di Salurkan ke Mamasa, Palalulan: Untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Penyerahaan Upsus Kementan berupa bibit jagung melalui Distanak Sulbar didistribusikan melalui KKPS di fasilitasi BUK Pokja Sulbar diteruskan kepada Ketua MKTI Kabupaten Mamasa bekerjasama dengan UPTD KPH Mamasa Tengah Dishut Sulbar, di koordinir Penyuluh Kehutanan Kabupaten Mamasa/Mamasa Tengah. (Andi Waris Tala/Trans89.com)

MAMASA, TRANS89.COM – Penyerahan bantuan program upaya khusus (Upsus) Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) didistribusikan melalui Kelompok Kerja Perhutanan Sosial (KKPS).

Program ini di fasilitasi Ketua Bidang Usaha Kehutanan (BUK) Kelompok Kerja (Pokja) Sulbar, Nugroho Eko kemudian diteruskan proses penyerahan kepada Ketua Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Indonesia (MKTI) Kabupaten Mamasa, Semuel Toding Karaeng bekerjasama dengan unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Mamasa Tengah Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Sulbar di koordinir Penyuluh Kehutanan Kabupaten Mamasa/Mamasa Tengah, Palalunan.

Palalunan menjelaskan, tujuan kegiatan ini untuk mewujudnyatakan program pemerintah pusat, provinsi dan daerah, tentang pemberdayaan masyarakat dan lahan di sekitar kawasan hutan melalui kelembagaan Kelompok Tani Hutan (KTH).

“Melalui Program pemberdayaan inilah, masyarakat sekitar kawasan hutan dapat lebih memahami manfaat serta fungsi hutan itu sendiri, demi kelangsungan hajat hidup orang banyak. Jika masyarakat benar-benar tahu soal manfaat hutan, maka kedepan, secara perlahan masyarakat akan terlepas dari ketertinggalan pengetahuan tentang manfaat alam khususnya hutan itu sendiri,” jelas Palalunan.

Menurutnya, jumlah bantuan benih jagung yang diserahkan kepada kelompok MKTI sebanyak 62 Ton. Benih ini sudah ada di gudang kantor KPH Mamasa Tengah tepatnya di jalan poros Sumarorong.

“Jenis benih jagung yang diserahkan yakni Bima 10. Sasaran tanam bibit atau benih jagung yang diserahkan, di area areal penggunaan lain (APL) dan bukan kawasan hutan. Bantuan bibit jagung ini untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tutur Palalunan .

Ia mengatakan, dengan diserahkannya bibit jagung ini, diharapkan masyarakat sudah bisa memahami peran sektor kehutanan yang selama ini oleh masyarakat hanya berfokus pada jenis tanaman jangka panjang saja, namun ternyata sektor ini juga bisa melakukan program pemberdayaan masyarakat melalui komoditas jangka pendek seperti tanaman jagung.

“Penyaluran benih jagung sebanyak 62 ton ini, diharapkan bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat dengan cara penanaman bantuan benih jagung dengan cara swakelola. Nah, dengan adanya swakelola kepada masyarakat, tentu hasilnya akan dinikmati oleh masyarakat itu sendiri, sehingga dimungkinkan memberikan kontribusi timbal balik, yakni masyarakat memperoleh pendapatan tetap untuk meningkatkan ekonomi meraka dan juga area hutan tetap terjaga kelestariannya,” demikian Palalunan. (AWT/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya