Komite Kamisan Malang Raya Unjuk Rasa Depan Balai Kota

10 October 2019 22:06
Komite Kamisan Malang Raya Unjuk Rasa Depan Balai Kota
Aksi Kamisan dari Komite Kamisan Malang Raya, dalam rangka memantau kinerja DPR dan DPRD Provinsi serta kabupaten/kota, depan Balaikota Malang, Jalan Tugu, Kota Malang, Jatim. (Awin D/Trans89.com)

MALANG, TRANS89.COM – Aksi Kamisan dari Komite Kamisan Malang Raya diikuti sekitar 30 orang peserta aksi dipimpin M Rifki Kurniawan, dalam rangka memantau kinerja DPR dan DPRD Provinsi serta kabupaten/kota, depan Balaikota Malang Jalan Tugu, Kota Malang, Jawa Timur (Jatim), Kamis (10/10/2019).

Orasi M Rifki Kurniawan mengatakan, DPR yang baru disambut dengan duka semua anak bangsa dan September hitam 2019 menjadi saksi bahwa reformasi di korupsi serta demokrasi dibajak oligarki, DPR telah rela menjual demokrasi dan mengkhianati amanah rakyat dengan merevisi 74 Undang-Undang (UU) untuk melancarkan investasi.

“Kita sadar melihat dan merasakan senyata-nyatanya, bahwa DPR dengan sengaja mengijinkan para investor untuk mengeruk alam, merampas tanah para petani, menghisap hak para buruh dan mengancam seluruh rakyat dengan hukum,” kata Rifki.

Menurutnya, kami di sini bertanya, apakah nurani DPR juga sudah dijual demi lancarnya pemasukan keuangan negara, apakah DPR telah menanggalkan keimanan demi menghindari dosa-dosa perbuatan jahat?. Lihatlah rakyatmu yang bersuara, berteriak, turun ke jalan!.

“Dengarlah suara-suara yang selalu kau bungkam dengan tangan-tangan kekuasaanmu. Rasakan kemarahan kami yang ingin mendatangi singgasanamu. Kami mengecam tindakan tuan dan nyonya yang sewenang-wenang, kami tak ingin terus tunduk diam melihat neraka yang kau ciptakan,” tutur Rifki.

Ia menyebutkan, atas kejahatan yang kau ciptakan, teman kami meninggal dunia si Randi, Yusuf, Bagus, Maulana dan ratusan korban-korban lain yang entah kemana dan masih dicari orang tuanya. Tak hanya itu, korban bencana alam dan korban kerusuhan entah disebabkan oleh kehendak alam atau yang disebabkan oleh sisitem administrasi keji yang kau langgengkan.

“Dengan hilangnya nyawa-nyawa rakyatmu dengan jeritan dan tangis rakyatmu, masihkah kau rela menjual nurani dan menanggalkan keimanan. Masihkah kau mengancam rakyat dengan hukum, masihkah kau melancarkan investasi dengan merevisi UU untuk mengeruk alam, merampas tanah petani dan menghisap hak buruh,” sebut Rifki.

Dirinya menjelaskan, mungkin bagimu semua suara dan teriakan ini hanyalah peristiwa kecil yang pasti berlalu seperti mimpi-mimpi dalam tidurmu, lalu kau terbangun dari tidur panjang yang lelahkanmu. Kami melihat dengan jelas, kau terbangun di pelantikan jabatan wakil rakyat. Esoknya kau menjalankan rutinitas rapat yang pertama.

“Tapi di hari pertama rapatmu, kau usir Jurnalis yang ingin memenuhi hak rakyat untuk mendapatkan informasi. Di hari pertama itu, kalian telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Lebih dari itu, hari-hari rakyat semakin mencekam, karena kau menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Denda uang dan ancaman tidak mendapatkan layanan administrasi menjadi mimpi buruk yang nyata. 3.000 debt collector menjadi algojo yang siap menjemput rakyat dari mimpinya,” jelas Rifki.

Rifki mengungkapkan, kepada tuan dan nyonya DPR yang baru, kami bertanya, apakah rakyat adalah musuhmu atau rakyat telah hilang harga dirinya setelah mencoblos di Pemilu?

“Jika iya, maka jangan heran jika kami melawan. Jangan heran jika rakyat menyuarakan mosi tidak percaya. Jangan heran jika suatu hari nanti kekuasaanmu runtuh. Jangan heran kau hanya perlu duduk manis atau tidur santai. Istirahatkanlah dirimu dan mimpilah yang indah sampai ketika kau terbangun nanti jabatan wakil rakyatmu tiba-tiba hangus terbakar, singgasanamu diduduki oleh rakyat yang tak lagi butuh wakil,” ungkap Rifki.

Pernyataan sikap dibacakan Rifki dan diikuti oleh massa aksi, jangan terus tindas rakyat yang membisu, jika demikian, kau seperti membangun bendungan yang bakal jebol arus menggasak hingga tamatlah kekuasaanmu.

“Jangan jadikan rumahmu gudang penuh barang mewah dan timbunan bahan makanan, jangan sanak familimu kaya karena bintang-bintang pangkat, jika demikian, kau telah melahirkan musuh bagi anak cucumu,” ujar Rifki diikuti massa aksi lainnya.

Lanjut Rifki, janganlah rampas tanah rakyat, jangan dengan mengabaikan kepentingannya, sebab tanah adalah bumi tempat ibadah kepada Tuhannya, tempat memuliakan dirinya dengan kerja, jika itu kau lakukan, berarti telah kau tabur sendiri iman kekacauan di negeri ini.

“Jangan redam pikiran rakyat dengan paksa, jangan coba membuat ketentraman dengan penuh dengan ancaman, jika demikian, berarti kau telah menggugah raksasa yang tidur di bawah selimut kedamaian palsu, maka pada saat itulah, sejarah kembali akan membacakan kisah-kisah tirani yang harus diturunkan,” tambah Rifki diikuti suara membahana peserta aksi lainnya. (Awin/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya