APIK Unjuk Rasa di DPRD Kolaka Terkait Rangkap Jabatan Pejabat Publik

10 October 2019 02:07
APIK Unjuk Rasa di DPRD Kolaka Terkait Rangkap Jabatan Pejabat Publik
Aksi Asosiasi Pemuda Intelektual Kolaka (APIK) terkait adanya rangkap jabatan pejabat publik dalam sistem keolahragaan nasional, berlangsung di kantor DPRD Kolaka Jalan Pemuda, Laloeha, Kabupaten Kolaka, Sultra. (Rony Wijaya/Trans89.com)

KOLAKA, TRANS89.COM – Unjuk rasa Asosiasi Pemuda Intelektual Kolaka (APIK) diikuti 20 orang peserta dipimpin Wahyu Ramadhan terkait adanya rangkap jabatan pejabat publik dalam sistem keolahragaan nasional, berlangsung di kantor DPRD Kolaka Jalan Pemuda, Laloeha, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (9/10/2019).

Orasi Wahyu Ramadhan mengatakan, kita harus meneggakkan supermasi hukum, kita semua sama dihadapan hukum, baik itu pejabat maupun masyarakat biasa.

“Kami datang kesini menyampaikan aspirasi atas adanya rangkap jabatan dilakukan pejabat publik di Kolaka. Ini harusnya ada perhatian khusus, sebab pejabat yang merangkap jabatan akan berpotensi melakukan korupsi. Kami menginginkan agar Wakil Bupati Kolaka turun dari jabatannya dan tidak serakah dengan jabatan,” kata Wahyu.

Pernyataan sikap massa aksi, Wahyu meminta DPRD Kolaka mengusut tuntas rangkap jabatan pejabat, meminta DPRD Kolaka membentuk Tim Pansus (panitia khusus) dalam upaya menyelesaikan seluruh kasus rangkap jabatan di Kabupaten Kolaka.

“Apabila pejabat publik yang dimaksud terbukti menyalahi aturan, maka mendesak pihak DPRD Kolaka mengambil langkah-langkah konstitusional berdasarkan mekanisme yang berlaku. Apabila tuntutan tidak diindahkan, maka kami akan kembali dengan massa yang lebih besar,” pinta Wahyu.

Massa aksi diterima Wakil Ketua DPRD Kolaka Sudirman dan Wahyu menjelaskan, untuk diketahui, aksi ini dilakukan yang kedua kalinya di DPRD Kolaka, dimana tuntutan kami belum terpenuhi.

“Selain itu, kami merasa tersinggung saat menyodorkan undangan pemberitahuan aksi kepada oknum DPRD yaitu Anis Pamma, saat itu ada bahasa yang dilontarkan, siapa yang suruh, sebagian Anggota DPRD sedang tugas luar. Terkait hal itu meminta tanggapan DPRD Koalak,” jelas Wahyu.

Wakil Ketua DPRD Kolaka, Sudirman menyampaikan, terkait perihal ketersinggungan adik-adik terhadap DPRD, kami meminta maaf atas hal tersebut.

“Bahasa itu hanya candaan biasa, tak perlu ditanggapi, sebab di lingkup DPRD juga mengalami transisi. Sehubungan dengan surat undangan tersebut, kami sudah merekomendasikan ke Komisi I,” papar Sudirman.

Kemudian dilanjutkan rapat dengar pendapat (RDP) setelah anggota Komisi I ikut bergabung seperti Wakil Ketua Komisi DPRD Kolaka Kaharudin, Anggota Komisi I Syafaudin Baco dan Edi Gunawan.

Anggota DPRD Kolaka menuturkan, dalam aturan Undang-Undang (UU) mengenai jabatan Ketua Koni itu pejabatnya tidak boleh merangkap dua jabatan.

“Menanggapai hal ini perlu keseseriusan untuk di RDP-kan soal tersebut, dan meminta kepada pengurus untuk berjuang dan tidak kendor serta bersama-sama menyikapi persoalan ini,” tuturnya.

Lanjut Anggota DPRD Kolaka, sebelumnya sudah pernah di bahas terkait kepengurusan Koni di Kolaka, saat itu dihadiri pengurus Koni Provinsi, bahwasanya penunjukan Ketua Koni merupakan kebijakan, akibatnya DPRD menanggapi hal tersebut dengan mengatakan bahwa di UU ADRT (anggaran dasar rumah tangga) Koni itu tidak boleh ada rangkap jabatan didalamnya, sehingga berjanji menuntaskan urusan ini.

“Kami mempertegas kepada pimpinan, agar diagendakan RDP dengan menghadirkan pihak terkait, khususnya orang yang berkompeten menjawab persoalan ini dan mengetahui regulasinya,” tambahnya.

Wahyu menyebutkan, persoalan ini sebenarnya sudah lama, pihaknya menanyakan apa yang menjadi alasan dan kendala DPRD dalam menyelesaikan hal yang dimaksud.

“Kenapa tidak terfokus pada satu oknum saja yang diusut terkait rangkap dua jabatan. Sebaiknya seluruh pejabat publik yang ada di Kolaka di telusuri jika seperti demikian,” sebutnya. (Rony/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya