Mimbar Bebas Forum Aktivis Kota Sejabotabek di Perempatan Matraman Jakarta

09 October 2019 13:09
Mimbar Bebas Forum Aktivis Kota Sejabotabek di Perempatan Matraman Jakarta
Aksi mimbar bebas Forum Aktivis Kota Sejabotabek di perempatan Jalan Matraman depan Polsek Matraman, Jakarta Timur. (Andre Handrianto/Trans89.com)

JAKARTA, TARNS89.COM – Aksi mimbar bebas Forum Aktivis Kota Sejabotabek diikuti 10 orang peserta dipimpin Renaldi, Khairil dan Y Nurdin di perempatan Jalan Matraman depan Polsek Matraman, Jakarta Timur, Selasa (8/10/2019).

Massa aksi membawa poster bertuliskan, mimbar selamatkan Indonesia.

Orasi Renaldi mengatakan, kami pemuda dan mahasiswa menyatakan negara kita ini tidak baik-baik saja. Kita ketahui bersama, bangsa Indonesia adalah bangsa yang berdemokrasi, namun pemerintah mengkorupsi pemikiran-pemikiran anak bangsa.

“Maka sesungguhnya intimidasi terhadap pemuda dan mahasiswa merupakan pelanggaran negara ini. Banyak persoalan dan permasalahan yang terjadi di dalam negeri ini. Maka dari itu, tidak kata yang pantas untuk kita selain melawan dan dituntaskan,” kata Renaldi.

Menurutnya, permasalahan yang terjadi di negeri ini harus secepatnya harus diselesaikan. Seperti penembakan mahasiswa yang terjadi di Kendari teman kita Randy, aktivis-aktivis yang lalu dan petugas KPPS yang berjumlah ratusan orang.

“Saya sampaikan di mimbar bebas ini, terjadi penembakan dan intimidasi terhadap anak bangsa dan mahasiswa, maka Presiden harus bertanggungjawab, dan seharusnya sebagai Presiden bisa menyelesaikan masalah bukan sebaliknya, karena hukum diatas segalanya,” tutur Renaldi.

Ia mengungkapkan, kami pemuda dan mahasiswa menuntut penyelesaian terhadap segala pelanggaran oknum aparat negara, kita dilindungi Undang-Undang (UU), dan sebagai aparat harusnya melindungi bukannya menindas, senjata bukan untuk menembak bangsa sendiri.

“Kami pemuda dan mahasiswa menyatakan, menolak pelantikan Presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, karena tidak pantas dilantik. Menolak RKUHP yang merugikan mahasiswa. Stop kriminalisasi aktivis mahasiswa dan meminta Kapolri usut tuntas dalang penembakan aktivis di Kendari,” ungkap Renaldi.

Dirinya menghimbau apabila tidak ada proses kelanjutan, kami pemuda dan mahasiswa akan turun dijalan dan tidak takut intimidasi. Kasus Wamena sampai saat ini juga belum ada penyelesaiannya, masyarakat pendatang meninggalkan tanah Papua bagaimana ini?.

“Suara saya adalah suara emas anak bangsa. Kekayaan alam yang dirampok oleh aseng dan asing. Maka dari itu, sekarang apa tidak sama sekali kita melawan, lawan, lawan. Benar kata Bung Karno, kita akan melawan bangsa sendiri dan terbukti hari ini, anak bangsa dibunuh oleh bangsa sendiri,” ujar Renaldi.

Renaldi menyebutkan, hari ini pemuda dan mahasiswa berdiri di mimbar bebas bentuk perlawanan terhadap pelanggaran yang terjadi selama ini. Banyak anak bangsa yang terbunuh oleh bangsanya sendiri, apakah ini namanya negara hukum dan demokrasi?.

“Pemerintah saat ini bukannya menyelesaikan permasalahan yang terjadi saat ini, tetapi seakan mengabaikan kepentingan rakyat dan hanya mementingkan rezimnya sendiri. Dibawah kepemimpinan Jokowi bukannya mensejahterakan rakyat, tetapi sebaliknya menyengsarakan rakyat hingga saat ini,” sebut Renaldi.

Renaldi menekankan, kami tidak takut dan selalu melawan terhadap segala penindasan yang terjadi, kami pemuda dan mahasiswa akan selalu mengkritisi pemerintah, kami pemuda dan mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat Indonesia, suara rakyat adalah suara Tuhan.

“DPR harusnya berpikir dalam menyetujui sebuah UU, jangan asal menyetujui, dasar DPR tidak punya otak. Tuntutan kami, tolak pelantikan Jokowi dan Ma’ruf Amin, gagalkan RKUHP yang merugikan rakyat, stop kriminalisasi aktivis mahasiswa, dan meminta Kapolri usut tuntas dalang penembakan aktivis Kendari,” demikian Renaldi. (Andre/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya