BEM UNM Aksi di Polda Pertanyakan Proses Dugaan Represif Oknum Polisi Saat Pengamanan Aksi di DPRD Sulsel

09 October 2019 01:33
BEM UNM Aksi di Polda Pertanyakan Proses Dugaan Represif Oknum Polisi Saat Pengamanan Aksi di DPRD Sulsel
Aksi BEM UNM, berlangsung di Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan Km 17, Pai, Biringkanaya, Kota Makassar. (Slamet Untung Imam Santoso/Trans89.com)

MAKASSAR, TRANS89.COM – Aksi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM) diikuti sekitar 100 orang peserta aksi, berlangsung di Mapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Jalan Perintis Kemerdekaan Kilometer (Km) 17, Pai, Biringkanaya, Kota Makassar, Selasa (8/10/2019).

Unjuk rasa tersebut dalam rangka menyikapi dugaan tindakan represif oknum aparat Kepolisian pada tanggal 24 September 2019 pada saat aksi unjuk rasa di kantor DPRD Sulsel.

Pernyataan sikap massa aksi, oknum aparat yang diduga melakukan tindakan represif di proses secara hukum dan terbuka dan pertanggungjawaban pihak kepolisian terkait kerugian korban tindakan represif.

Massa aksi di terima aspirasinya Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Hotman Sirait dengan tanggapan, kami sangat apresiasi aksi unjuk rasa dari adik mahasiswa yang dikawal langsung oleh PR III UNM Arifuddin terkait dugaan adanya tindakan represif yang dilakukan oleh anggota kami dalam hal ini Samapta Polda Sulsel.

“Kami sudah mengumpulkan barang bukti (BB) dengan adanya video yang viral. Kami akan lakukan penindakan dengan proses penahanan selama 14 hari apabila terbukti melakukan tindakan represif di luar dari aturan SOP (standar operasional prosedur),” ujar Kombes Hotman.

Menurutnya, untuk kejadian penabrakan itu juga sedang kami proses, baik saksi maupun operator dan yang memimpin pada saat pengamanan di tempat tersebut.

“Karena adanya video yang viral walaupun belum ada laporan langsung dari korban penabrakan, tetap kami sebagai Propam Polda Sulsel tetap akan mengusut tuntas sesuai dengan Promoter Bapak Kapolri,” tutur Kombes Hotman.

Ia menjelaskan, bahwa kendaraan yang menabrak di duga Ojol (ojek online) bukan dari kendaraan Barakuda yang di miliki oleh Brimob, tapi di video tersebut yang melakukan penabrakan adalah kendaraan Tambora milik Sabhara Polda Sulsel dalam hal ini Polrestabes Makassar.

“Terkait dengan pemukulan oleh oknum Jurnalis, itu juga sudah kami periksa yang sesuai dengan Sprim penugasan. SOP dan kedisiplinan anggota dalam menangani unjuk rasa itu merupakan tujuan kami dalam pengawasan tindakan anggota yang telah diluar tahapan pengamanan di unjuk rasa,” jelas Kombes Hotman.

Kombes Hotman mengungkapkan, pihak Dit Propam Polda Sulsel tidak akan mencampuri tugas dari Ditkrimsus maupun Ditkrimum Polda Sulsel apabila di duga adannya tindakan kriminal (represif) yang di lakukan oleh anggota kami.

“Sampai saat ini, proses tetap berjalan, pertama dan kedua itu semata-mata karena dengan adanya video yang viral di TKP (tempat kejadian perkara). Proses ini sangat terbuka dan siapapun yang akan mengikuti persidangan ini kami buka untuk umum. Segala bentuk pembiayaan di tanggung oleh Polda Sulsel, karena sesuai hukum positif. Pihak Polda Sulsel tetap bertanggungjawab dengan catatan bahwa dilengkapi data dan bukti yang kongkrit,” demikian Kombes Hotman. (Santoso/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya