Kendaraan Tempur dan Taktis Buatan Pindad Ramaikan Parade Alutista HUT TNI Ke-74

07 October 2019 17:32
Kendaraan Tempur dan Taktis Buatan Pindad Ramaikan Parade Alutista HUT TNI Ke-74
Ranpur dan Rantis buatan PT Pindad ikut serta meramaikan parade alutsista pada puncak peringatan HUT TNI ke-74 di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. (Pindad)

JAKARTA, TRANS89.COM – Kendaraan Tempur (Ranpur) dan Kendaraan Taktis (Rantis) buatan PT Perindustrian Angkatan Darat (Pindad) Persero ikut serta meramaikan parade alutsista pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-74 di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (5/10/2019).

Melalui siaran pers PT PIndad, Presiden RI Joko Widodo memimpin upacara HUT TNI ke-74 yang dihadiri oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, serta Direktur Utama, Abraham Mose, jajaran Direksi dan Komisaris Pindad.

Presiden RI, Joko Widodo dalam amanatnya selain memberikan selamat ulang tahun ke-74 kepada TNI juga mengapresiasi prestasi TNI dan senjata Pindad dalam berbagai lomba tembak internasional.

“Saya juga menyampaikan selamat atas berbagai prestasi yang ditorehkan oleh TNI dalam berbagai lomba kemiliteran antaranya pada AARM dan AASAM. TNI dengan menggunakan senjata buatan Pindad berhasil menjadi juara untuk ke-12 kali secara berturut-turut,” ucap Jokowi.

Adapun Ranpur dan Rantis produksi Pindad yang mengikuti rangkaian parade alutsista terdiri dari 69 unit Anoa 6×6 tipe APC, 2 unit Komodo 4×4 tipe Pendobrak, 3 Unit Komodo 4×4 tipe Missile Launcher, 1 unit Medium Tank Harimau, 1 unit Badak 6×6 dan 2 unit Panser 8×8.

Anoa 6×6 tipe APC (Armored Personnel Vehicle) adalah generasi pertama kendaraan tempur dari Pindad yang memiliki keunggulan dalam mobilitas, proteksi serta daya angkut. Anoa tipe APC memiliki kapasitas total 12 orang personel, dilengkapi dengan sistem komunikasi dan transmisi kemudi otomatis. Anoa mampu mencapai kecepatan maksimum 80 km/h di jalan raya dengan daya jelajah 600 kilometer.

Lebih dari 360 unit Anoa telah digunakan oleh TNI serta ikut aktif beroperasi dalam berbagai misi perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), Sudan (UNAMID), Afrika Tengah (MINUSCA), Kongo (MONUSCO).

Komodo 4×4, merupakan kendaraan taktis beroda 4 hadir dengan kemampuan untuk beroperasi di segala medan dan kondisi. Didukung oleh berbagai varian yaitu APC, Missile Launcher, Pendobrak (Battering Ram), serta Intai.

Kendaraan ini mampu melaju sampai dengan 80 km/h berkat mesin diesel Turbo Charger Intercooler dengan daya jangkau sampai dengan 450 kilometer. Lebih dari 60 unit Komodo telah memperkuat armada TNI serta dioperasikan oleh PBB dalam berbagai misi penjaga perdamaian. Tipe Pendobrak telah digunakan oleh Kopassus.

Medium Tank Harimau hadir sebagai produk inovatif kendaraan tempur terbaru buatan Pindad yang didukung oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI sesuai kebutuhan.

TNI AD sudah membeli medium tank Harimau sebanyak 18 unit pada tahun ini dan akan bertambah pada renstra berikutnya. Dilengkapi dengan senjata utama turret kaliber 105 mm serta senapan mesin kaliber 7,62 mm untuk daya gempur maksimum.

Tank Harimau mampu beroperasi untuk berbagai macam kondisi operasi, khususnya tempat tropis dan medan ekstrem karena memiliki bobot yang lebih ringan dari Main Battle Tank. Dilengkapi dengan proteksi STANAG 4569 sampai level 5, sistem pertahanan anti-balistik dan anti-ranjau, Harimau diproyeksikan untuk memperkuat armada utama militer.

Badak 6×6 adalah salah satu varian dari Ranpur 6×6 buatan Pindad yang dibuat berdasarkan kebutuhan TNI, khususnya satuan kavaleri. Kendaraan ini dilengkapi dengan senjata utama turret kaliber 90 mm, senapan mesin kaliber 7,62 mm serta dioperasikan oleh 3 orang kru. Dibekali dengan proteksi STANAG 4569 level 3 sistem pertahanan anti-balistik, Badak hadir memperkuat lini serang kavaleri.

Panser 8×8 merupakan varian kendaraan tempur yang diproyeksikan untuk memperkuat infanteri. Dengan bobot tempur 22 ton, panser ini mampu mengangkut 10 personel dan dioperasikan oleh 3 kru. Panser ini memiliki kemampuan amfibi untuk menghadapi medan rawa, laut, sungai dan pantai (Ralasuntai).

Panser ini diperkuat oleh kanon 30mm serta mengusung Battlefield Management System (BMS) terintegrasi penuh yang mendukung situasi tempur modern serta diproyeksikan untuk mampu bertempur melawan kendaraan tempur lawan lainnya baik jenis panser atau tank. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya