Depan Istana Negara, Aksi Dukung Jokow-Maruf Hanya Dihadiri Puluhan Peserta

06 October 2019 02:30
Depan Istana Negara, Aksi Dukung Jokow-Maruf Hanya Dihadiri Puluhan Peserta
Aksi damai Gerakan Rakyat Peduli Bangsa (GRPB) diikuti sekitar 50-an orang peserta di Taman Pandang Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat. (Bagus Prasetyo/Trans89.com)

JAKARTA, TRANS89.COM – Aksi damai Gerakan Rakyat Peduli Bangsa (GRPB) diikuti sekitar 50-an orang peserta aksi dipimpin Oscar Pendong dan Bowo di Taman Pandang Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (5/10/2019).

Massa aksi membawa spanduk dan poster bertuliskan, kawal Jokowi-Maruf Amin, kawal NKRI. Rakyat bersama TNI-Polri siap mengamankan pelantikan presiden dan wakil presiden RI. Kami bersamamu pakde, #kawaljokowikawalnkri. Kawal konstitusi jaga demokrasi. Rakyat bersatu tak bisa dikalahkan. Kawal konstitusi kawal NKRI, cuma hewan yamg tidak tunduk pada hasil konstitusi kawal NKRI. Apapun yang terjadi kami bersamamu Pakde.

Peserta aksi meminta agar Jokowi-Ma’ruf tetap dilantik pada 20 Oktober mendatang.

Orasi Oscar Pendong mengatakan aksi yang dilakukan sejak pekan lalu dan ingin menggagalkan pelantikan adalah hasil dari hasutan sejumlah pihak.

“Tidak boleh ada upaya-upaya penggagalan pelantikan presiden, karena pemilihan terpilih adalah hasil konstitusi. Jangan sampai ada hasutan kepada masyarakat,” kata Oscar.

Menurutnya, pelantikan merupakan amanat konstitusi, karena semua pihak harus menghormati dan perlu mengawal agar terlaksana dengan baik.

“Kami mendukung Jokowi-Ma’ruf dan menentang pihak-pihak yang berupaya menggagalkan pelantikan presiden-wakil presiden 20 Oktober mendatang,” tutur Oscar.

Ia menyebutkan, kerusuhan hanya dibuat oleh oknum tertentu dan kita ajak masyarakat Indonesia dan Jakarta kawal NKRI, konstitusi sampai Jokowi-Ma’ruf selesaikan tugas lima tahun ke depan.

“Kita butuh damai bukan kerusuhan. Kita ingin Indonesia damai. Kita ajak masyarakat kawal konstitusi pada 20 Oktober nanti tetap melantik presiden,” sebut Oscar.

Dirinya juga menyinggung pihak-pihak yang membenci Kepolisian, terutama terkait pengamanan atas rangkaian aksi unjuk rasa berujung kericuhan di sekitar Gedung DPR, Jakarta beberapa waktu lalu.

“Kalau ada kelompok masyarakat benci TNI dan Polisi tuh kelompok pengecut. Kalau ada kelompok itu, silahkan turun ke jalan, berhadapan dengan TNI,” ujar Oscar. (Bagus/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya