Pembakaran Bendera PKI di Silaturahmi Akbar Masyarakat Anti Komunis di Magetan

02 October 2019 00:08
Pembakaran Bendera PKI di Silaturahmi Akbar Masyarakat Anti Komunis di Magetan
Silahturahmi akbar Masyarakat Anti Komunis, berlangsung di Monumen Syuhada Tetengger Soco merupakan monumen korban keganasan PKI Tahun 1948 di Desa Soco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jatim. (Awin D/Trans89.com)

MAGETAN, TRANS89.COM – Silahturahmi akbar Masyarakat Anti Komunis oleh seluruh elemen masyarakat dihadiri sekitar 500 orang dan penanggungjawab Ketua OI Magetan Sifaul Anam, berlangsung di Monumen Syuhada Tetengger Soco merupakan monumen korban keganasan PKI Tahun 1948 di Desa Soco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur (Jatim), Senin (30/9/2019) malam.

Kegiatan diawali dengan doa dan tahlil dipimpin Pengasuh Ponpes Salifiyah Cokrokertopati Kyai KH. M. Zuhdi Tafsir, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Sambutan Ketua YPI Cokrokertopati Takeran, Muh Choirul Anam mengatakan, kegiatan ini dalam rangka mendoakan para Syuhada korban keganasan PKI Tahun 1948 yang berada di Desa Soco, Kecamatan Bendo, Magetan.

“Haul Syuhada ini supaya tetap di jaga dan dilestarikan, supaya semua orang tahu, bahwa pada tahun 1948 PKI telah melakukan pemberontakan dan pembunuhan secara sadis,” katanya.

Ia memohon kepada pemerintah untuk aset sejarah keganasan PKI di Kabupaten Magetan supaya diperhatikan, banyak monumen keganasan PKI di Magetan saat ini yang terlantar, padahal setiap tahun ada peringatan Kesaktian Pancasila.

“Pada malam ini juga kita sudah menyatakan sikap, bahwa kami konsisten untuk Pancasila sudah final dan NKRI harga mati,” ujar Choirul.

Bupati Magetan, Suprawoto menyampaikan, ideologi Komunis tumbuh di negara yang ekonominya masih tertinggal. Pendiri bangsa Indonesia sudah menyadari bahwa Indonesia merupakan negara majemuk dan sudah takdir Tuhan karena banyaknya keanekaragaman, sehingga tidak cocok menganut paham Komunis.

“Maka dengan adanya keanekaragaman itu, Indonesia menganut ideologi Pancasila yang dituangkan dalam Bhineka Tunggal Eka, dan itu sudah konsep Bung Karno beserta tokoh Indonesia,” papar Suprawoto.

Dirinya menjelaskan, Indonesia mayoritas beragama Islam, Indonesia terkenal sebagai negara demokratis karena memberikan semua kebebasan kepada pemeluk agama di Indonesia untuk masuk dalam pemerintahan tanpa ada penolakan.

“Untuk itu, mari kita jaga keanekaragaman itu. Pancasila harus tetap tegak berdiri dan NKRI tetap harga mati. Pancasila sebagai dasar penguatan karakter bangsa menuju Indonesia maju dan bahagai,” jelas Suprawoto.

Pernyataan sikap anti Komunis oleh Forkopimda Magetan, dan refleksi serta apel Masyarakat Anti Komunis dipimpin Muh Choirul Anam dilanjutkan orasi anti Komunis oleh elemen masyarakat yang hadir.

Kemudian pembacaan ikrar anti Komunis oleh masyarakat, dipandu KH M Zuhdi Tafsir, dilanjutkan pembakaran Bendera PKI.

Hadir dikegiatan tersebut, Ketua DPRD Magetan Sujatno, Kapolres Magetan AKBP Muhammad Rifa’i, Kasdim 0804/Magetan Mayor Inf Muji Wahono, para Kepala OPD Lingkup Pemkab Magetan, Camat Bendo Tria Atmaji, Kapolsek Bendo AKP Endang Wahyuni, Danramil 0804-13/Bendo Kapten Inf Sarpan, serta tamu undangan dan masyarakat. (Awin/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya