IMM Pekanbaru Minta Usut Tuntas Karhutla dan Gugurnya Mahasiswa Unhalu Kendari

02 October 2019 02:21
IMM Pekanbaru Minta Usut Tuntas Karhutla dan Gugurnya Mahasiswa Unhalu Kendari
Aksi DPD IMM, terkait Karhutla dan kasus penembakan mahasiswa Unhalu Kendari, berlangsung di depan Mapolda Riau Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru. (Budi H/Trans89.com)

PEKANBARU, TRANS89.COM – Aksi unjuk rasa Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) diikuti sekitar 80 orang peserta aksi dan koordinator lapangan (Korlap) Adillah Nafisah, terkait kasus penembakan kader IMM mahasiswa Universitas Haluoleo (Unhalu Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), berlangsung di depan Mapolda Riau Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Selasa (1/10/2019).

Massa aksi membawa spanduk dan poster bertuliskan, gelombang aksi Jilid 2, usut tuntas kebakaran hutan dan lahan (Karthula), HAM, batalkan RUU. Aksi solidaritas IMM Riau atas gugurnya kader IMM Sultra. Petisi HAM dan Karthula.

Orasi Adillah Nafisah mengatakan, hidup mahasiswa, hidup rakyat Indonesia. Kalau kita mencintai bangsa ini, maka bangsa ini mencintai kita, kalau bangsa ini mencintai kita, maka bangsa ini akan mencintai rakyat. Ini adalah aksi solidaritas atas meninggalnya kader IMM di Provinsi Sultra.

“Hidup mahasiswa, hidup rakyat Indonesia. Kami tahu, bahwa teman-teman kami ditembaki. Untuk itu meminta kejelasan siapa pelaku penembakan terhadap teman-teman kami. Ini sebagai bentuk kepercayaan kami kepada institusi Polri,” kata Adillah.

Menurutnya, hari ini kami berkumpul di depan Markas Polda Riau ini dengan harapan bersama untuk mengusut tuntas penembakan di Sultra atas meninggalnya Randi yang turun aksi pada hari Kamis tanggal 26 September 2019 lalu.

“Hari ini aksi kami berada di jalan berkumpul bersama di depan Markas Polisi Daerah Riau. Tandanya bahwa ada situasi yang tidak baik-baik saja. Kami minta kerjasama dari pihak Kepolisian agar betul-betul menunjukkan penegakkan hukum kepada masyarakat,” tutur Adillah.

Adillah menolak bentuk dan prinsip kekerasan, tindakan-tindakan biadab yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, maka tidak pantas menjadi warga Indonesia, karena telah mengkhianati Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saat ini terasa kita hidup di negara otoriter. Meninggalnya Randi bukan serta merta membuat kesalahan, tapi karena memperjuangkan hak-hak rakyat Indonesia. Perlu saya sampaikan kepada Kapolda baru, kami meminta agar menunjukkan kinerja terhadap masalah korporasi Karhutla di wilayah Riau,” ujar Adillah.

Ia menjelaskan, saudara-saudara kita pada hari Jumat kemarin melaksanakan demonstrasi di Jakarta, kami juga melaksanakannya disini, kami melakukan itu adalah untuk memperjuangkan hak kepentingan rakyat.

“Polisi untuk melindungi dan mengayomi masyarakat. Apabila tidak didengarkan aspirasi kami, maka kami akan memaksa masuk ke dalam Kantor Mapolda Riau. Kami tidak takut kepada pihak Kepolisian, percayalah teman-teman berjuang untuk rakyat,” jelas Adillah.

Adillah membacakan pernyataan sikap, menyampaikan keprihatinan yang sangat mendalam atas mahasiswa yang meninggal dunia dan takziah kepada keluarga yang ditinggalkan serta mendoakan semoga almarhum Khusnul Khotimah, diampuni dosanya, diterima semua amal saleh dan perjuangannya.

“Semua tindakan represif dari oknum aparat keamanan dan peristiwa demonstrasi tersebut, harus memahami adanya aksi-aksi yang dilakukan oleh mahasiswa merupakan tindakan legal dan ekspresi demokrasi,” papar Adillah.

Dirinya meminta kepada pemerintah terkait untuk mendengar dan mengakomodasi aspirasi masyarakat secara bijak, terbuka, rasional dan penuh tanggungjawab untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Kami menghimbau serta mengajak kepada kader seluruh ikatan dan keluarga besar perserikatan untuk meningkatkan konsolidasi dan mengawal proses hukum terhadap tragedi demokrasi ini, sehingga benar-benar memenuhi rasa keadilan,” pinat Adillah.

Massa aksi diterima Wadir Bimmas Polda Riau, AKBP Imam dengan tanggapan, apa yang adik-adik sampaikan hari ini akan kami sampaikan ke pimpinan.

“Kami merasa apa yang telah terjadi di Kendari, untuk itu kita akan melakukan adanya penegakan hukum yang adil bagi siapapun. Siapapun yang nanti menjadi tersangka, kita tunggu bagaimana nantinya kawan-kawan kita yang di Polda Sultra untuk mengusut tuntas agar di kemudian hari tidak menjadi fitnah,” demikian AKBP Imam. (Budi/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya