BNNP Sumsel Musnahkan BB 43 Kg Sabu dan 27.000 Pil Ekstasi

02 October 2019 09:24
BNNP Sumsel Musnahkan BB 43 Kg Sabu dan 27.000 Pil Ekstasi
Kegiatan pemusnahan 43 Kg sabu dan 27.000 pil ekstasi oleh BNNP Sumsel, berlangsung di Kantor BNPP Sumsel, Jalan Gubernur HA Bastari, Sungai Kedukan, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang. (Hendra Setiawan/Trans89.com)

PALEMBANG, TRANS89.COM – Pemusnahan 43 Kilogram (Kg) sabu dan 27.000 pil ekstasi oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan (Sumsel), berlangsung di Kantor BNPP Sumsel, Jalan Gubernur HA Bastari, Sungai Kedukan, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Selasa (1/10/2019).

Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol John Turman Panjaitan mengatakan, BNNP Sumsel telah melakukan pemusnahan barang bukti (BB) sebanyak 43 kg sabu beserta 27.000 butir pil ekstasi beragam logo asal negeri Jiran Malaysia.

“BB Narkoba yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus jaringan internasional dan disita dari empat tersangka dengan dua perkara berbeda, yakni Yuswadi, Andi Eka Putra alias Togar dan Uzama alias Saka , ditangkap pada 7 Agustus 2019,” kata Brigjen Pol Jhon.

Menurutnya, BB dipasok dari Malaysia oleh M (DPO) melalui Batam dan kemudian disalurkan melalui Tembilahan, Provinsi Riau oleh tersangka Usama alias Saka.

“Namun sebelum didistribusikan ke sejumlah wilayah di Provisni Sumsel dan Lampung, narkoba tersebut terlebih dahulu disimpan di sebuah gudang yang disewa tersangka Andi Eka alias Togar di Jalan Lingkungan IV, Desa Timbangan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir,” tutur Brigjen Pol Jhon.

Ia menjelaskan, dalam perkara berbeda, tim pemberantasan BNNP Sumsel menangkap Michael Kosasih alias Miki di halaman parkir KFC samping Flyover Simpang Bandara, Kilometer (Km) 10, Kecamatan Sukarame Palembang, pada 26 Agustus 2019.

“Dari tangan tersangka tersebut, turut diamankan BB seberat 20 kg sabu dan 18.800 butir pil ekstasi yang turut dimusnahkan dalam kegiatan ini,” jelas Brigjen Pol Jhon.

Dirinya menyebutkan, dari hasil pemeriksaan Tim Labfor Polda Sumsel melakukan uji coba sampel secara acak terhadap sejumlah BB tersebut, terbukti mengandung kandungan Methaphetamine dan Metilendioksimetamfetamina (MDMA) senyawa kimia yang ada pada sabu dan ekstasi.

“Pemusnaan BB ini menjadi yang terbesar bagi BNNP Sumsel pada periode Tahun 2019. Kita bersyukur bisa mencegah, sehingga kita bisa menyelamatkan 280.000 masyarakat Sumsel dari jeratan narkotika,” sebut Brigjen Pol Jhon.

Brigjen Pol Jhon menyampaikan, dari penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), 1,7 juta orang berusia produktif di Sumsel berpotensi menggunakan narkotika dengan peredaran yang masif.

“Hal tersebut sangat berbahaya jika tidak ditindaklanjuti, maka masyarakat akan sangat mudah terpapar penyalahgunaan narkotika,” paparnya.

Kepala BNNP Sumsel mengungkapkan, saat ini hampir 92.000 orang masyarakat Sumsel yang coba-coba mulai memakai. Jika keluarga ada yang memakai narkotika, silahkan bawa ke BNNP Sumsel untuk segera kita obati.

“Provinsi Sumsel menjadi tempat peredaran narkoba. Oleh karena itu, BNNP Sumsel membutuhkan pusat rehabilitasi untuk menangani masyarakat yang terpapar narkotika. Hal tersebut tidak lain untuk menanggulangi para pemakai, agar bisa berhenti menggunakan barang haram tersebut,” ungkap Brigjen Pol Jhon.

Sementara Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setprov Sumsel, Akhmad Najib menyampaikan, Pemprov Sumsel telah menyiapkan tiga lokasi untuk pembangunan tempat rehabilitasi di tiga kabupaten/kota dalam Wilayah Provinsi Sumsel.

“Ketiga tempat tersebut yakni Kabupaten Ogan Ilir, Kota Prabumulih, dan Kota Pagaralam. Kita mengapresiasi dan mendukung BNNP Sumsel beserta Polri dalam upaya untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah Provinsi Sumsel, khususnya Kota Palembang,” paparnya.

Najib mengapresiasi langkah BNNP Sumsel yang cepat tanggap dalam pencegahan dan penindakan narkotika di wilayah Provinsi Sumsel, dan terbukti 43 Kg sabu dan 27.000 butir ekstasi menjadi bukti bahwa Sumsel menjadi target pasar yang besar bagi peredaran narkotika jaringan internasional.

“Jika narkoba tersebut berhasil diedarkan, ada berapa banyak pemuda – pemuda di Provinsi Sumsel yang menjadi kecanduan, karena nerkoba juga dapat merusak generasi muda. Marilah kita saling bekerjasama dan bahu membahu untuk memberantas peredaran narkoba di Kota Palembang. Dan jika mengetahui ada peredaran narkoba, diharapkan segera melaporkan hal tersebut kepada BNN atau pihak Kepolisian,” imbuhnya. (Hendra/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya