Aliansi Mahasiswa Kobar Tolak UU KPK dan RUU

02 October 2019 09:00
Aliansi Mahasiswa Kobar Tolak UU KPK dan RUU
Aksi damai penolakan RUU yang dinilai bermasalah oleh Aliansi Mahasiswa Kobar, berlangsung di depan Kantor DPRD Kobar, Jalan HM Rafii, Arut Selatan, Kabupaten Kobar, Kalteng. (Cakra/Trans89.com)

KOTAWARINGIN BARAT, TRANS89.COM – Aksi damai penolakan RUU yang dinilai bermasalah oleh Aliansi Mahasiswa Kotawaringin Barat (Kobar), berlangsung di depan Kantor DPRD Kobar, Jalan HM Rafii, Arut Selatan, Kabupaten Kobar, Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa (1/10/2019).

Aksi tersebut dipimpin Ketua Sementara BEM Universitas Antakusuma Anggi Prawoto, Ketua HMI Kobar Gusti M Bustanul Arifin, Panji Nugraha, Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Kobar Gerry Septanus, diikuti 300 orang peserta aksi.

Aliansi Mahasiswa Kobar menolak UU KPK, RKUHP, RUU SDA, RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan, dan menuntut penghapusan diskriminasi antar etnis, penghapusan kesenjangan ekonomi dan perlindungan bagi perempuan.

Sebanyak 23 orang massa aksi selain mahasiswa, mayoritas masih menjadi pelajar SMA yang berasal dari Kecamatan Kumai dengan alasan mereka akan ikut dalam aksi tersebut adalah hanya ingin menonton saja. Selanjutnya massa aksi tersebut dibawa ke Polsek Arut Selatan untuk dilakukan pendalaman dan pendataan.

Sekitar 60 orang perwakilan mahasiswa diterima Ketua DPRD Kobar Rusdi Gozali, Wakil Ketua DPRD Kobar Mulyadin dan Bambang Suherman serta 20 orang anggota DPRD lainnya.

Perwakilan massa aksi, Ramlan mengatakan, seluruh tuntutan Aliansi Mahasiswa Kotawaringin Barat tidak ingin menunda tetapi menolak RUU yang belum disahkan dan menolak UU KPK yang sudah disahkan oleh DPR-RI.

“Kami Aliansi Mahasiswa Kobar menolak RUU yang belum di sahkan dan menolak serta keluarkan Perpu UU KPK,” katanya.

Tanggapan Ketua DPRD Kpbar, Rusdi Gozali menyampaikan, secara aklamasi, seluruh anggota DPRD Kobar sepakat atas seluruh tuntutan Aliansi Mahasiswa Kobar.

“Kami para anggota DPRD Kobar secara aklamasi sepakat dengan tuntutan adik-adik mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Kobar,” paparnya.

Selanjutnya dibuatkan nota kesepahaman yang ditandatangani oleh unsur pimpinan DPRD Kobar dan perwakilan mahasiswa, lalu diteruskan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng dan Pemerintah Pusat.

Kemudian dilaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah dihalaman Kantor DPRD oleh massa aksi bersama unsur DPRD, TNI dan Polri, yang dihadiri Kapolres Kobar AKBP Arie Sandi Zaenudin Sirait, Dandim 1014/Pangkalan Bun Letkol Inf Yudi Rianto Ratu. (Cakra/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya