PMII Sumbawa Mengecam Tindakan Represif Oknum Aparat Kepolisian

01 October 2019 01:23
PMII Sumbawa Mengecam Tindakan Represif Oknum Aparat Kepolisian
Aksi PMII Cabang Sumbawa, mengecam tindakan represif oknum aparat kepolisian, berlangsung di lapangan Pahlawan Bundaran Jam Gadang dan Polres Sumbawa, Jalan Hasanudin, Bugis, Kabupaten Sumbawa, NTB. (Abd Rosyd/Trans89.com)

SUMBAWA, TRANS89.COM – Aksi unjuk rasa Pergerakan Mahasiswa Islan Indonesia (PMII) Cabang Sumbawa diikuti sekitar 50 orang peserta aksi dipimpin M Riswan, mengecam tindakan represif oknum aparat kepolisian, berlangsung di lapangan Pahlawan Bundaran Jam Gadang dan Polres Sumbawa, Jalan Hasanudin, Bugis, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (30/9/2019).

Massa aksi membawa pamflet bertuliskan, demokrasi jangan di cederai, NKRI harga mati, PMII berduka, usut tuntas pelaku penembakan, stop kekerasan terhadap mahasiswa, hentikan tindakan represif terhadap massa aksi, tolak praktek-praktek orde baru (Orba), September berdarah jangan sampai peluru berikutnya menembus dadamu. Mari kita rebut kembali hak kita.

Orasi M Riswan mengatakan, dunia mahasiswa saat ini sedang berduka khususnya PMII Kamis 26 September 2019, seluruh mahasiswa Indonesia melakukan aksi demostrasi termasuk di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Dalam aksi demontrasi menolak RKUHP di depan gedung DPRD Sultra. Dari aksi tersebut, salah satu kader PMII dari pengurus Rayon aktif di Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo (Unhalu) sahabat Randi telah gugur di negara demokrasi,” kata Riswan.

Menurutnya, penembakan yang diduga dilakukan oleh oknum Kepolisian dari insiden ini, kama kami Pengurus Cabang PMII Sumbawa menilai kepolisian sudan tidak mampu menjalankan tugasnya yang di amanatkan dalam Peraturan Kapolri Nomor 16 tahun 2006, pasal 7 ayat 2 tentang pedoman pengendalian massa, bahwa satuan pengendalian massa memiliki kewajiban untuk menghormati hak asasi manusia (HAM) dari setiap orang yang melakukan unjuk rasa.

“Kami mengutuk keras atas terjadinya dugaan penembakan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Kami meminta kepada Kapolri untuk segera mengusut tuntas masalah penembakan yang dilakukan pada Kader PMII,” tutur Riswan.

Ia mengungkapkan, kami akan melawan dan revolusi. Sekali bendera dikibarkan, pantang untuk diturunkan, dan kami akan menjaga serta menjadi pengawal juga garda terdepan dalam mengawal demokrasi di Indonesia ini.

“Kami menuntut, usut tuntas oknum Polisi atas dugaan penembakan sahabat Randi. Meminta Kapolda Sultra untuk bertanggungjawab atas kejadian tersebut. Meminta ke Kapolres Sumbawa agar tidak melakukan aksi represif terhadap mahasiswa dan pemuda yang melakukan demostrasi,” ungkap Riswan.

Tanggapan Kapolres Sumbawa, AKBP Tunggul Sinatriyo dan Wakil Ketua DPRD Sumbawa Muh Ansori, menyampaikan, terkait dengan korban kemanausiaan, kami atas nama Kepolisian dan Kapolres Sumbawa mengutuk keras terhadap oknum yang melakukan penembakan terhadap Randi anak mahasiswa.

“Kalau kita semua bertakwa kepada Allah SWT, maka kondusifitas wilayah khususnya di Kabupaten Sumbawa tetap terjaga dengan aman dan kondusif,” papar Kapolres.

Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Muh Ansori mengajaka massa membacakan surat Al – Fateha kepada rekan kita yang menjadi korban pada saat melakukan demostrasi.

“Kita jaga kondusifitas wilayah, jangan berhenti untuk mengawal dan kami juga mengutuk keras terkait dengan oknum yang melakukan penembakan. Kami dari DPRD mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa dan kami siap menampung aspirasi yang disampaikan oleh rekan mahasiswa yang bersifat membangun untuk tanah Sumbawa,” ucap Ansori.

Tanggapan Ketua Nahdatul Wathan Cabang Sumbawa, Mas’un menyebutkan, kami mendukung aksi yang dilakukan oleh mahasiswa PMII dalam mengawal demokrasi di negeri ini dan apa yang dilakukan pada hari ini akan menjadi ibadah.

“Perjuangan harus terus dilakukan dan mengusut tuntas oknum pelaku penembakan dalam menegakkan kebenaran dan keadilan,” sebut Mas’un.

Riswan menyatakan akan menjadi mitra kepolisian dalam menjaga stabilitas dan keamanan di Kabupaten Sumbawa.

“Untuk mengenang arwah rekan kami dari mahasiswa PMII, kami meminta kepada Kapolres dan tokoh agama untuk melakukan sholat Gaib di lapangan Mapolres Sumbawa yang dipimpin oleh Ustadz Slamet Ketua Ponpes Deeniat Unter Ketimis Sumbawa,” ujar Riswan. (Rosyd/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya