PMII Pasangkayu Gelar Mimbar Bebas Minta Usut Tuntas Penembakan Terhadap Mahasiswa di Kendari

01 October 2019 01:32
PMII Pasangkayu Gelar Mimbar Bebas Minta Usut Tuntas Penembakan Terhadap Mahasiswa di Kendari
Aksi mimbar bebas PMII Cabang Pasangkayu, sebagai wujud solidaritas atas meninggalnya dua orang mahasiswa dalam peristiwa aksi unjuk rasa di Kota Kendari, berlangsung di Bundaran Smart Jalan Ir Soekarno, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Radit Anggara/Trans89.com)

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Aksi mimbar bebas Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pasangkayu diikuti sekitar 30 orang peserta aksi dipimpin Muhammad Yunus, sebagai wujud solidaritas atas meninggalnya dua orang mahasiswa dalam peristiwa aksi unjuk rasa di Kota Kendari, Sulawesi tenggara (Sultra), berlangsung di Bundaran Smart Jalan Ir Soekarno, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (30/9/2019) malam.

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Pasangkayu, bela sungkawa yang mendalam atas gugurnya pejuang demokrasi dalam memperjuangkan aspirasi rakyat Indonesia, bagi kami kalian adalah pahlawan, semoga Tuhan menempatkan kalian di tempat terbaik di sisi-Nya.

Orasi Muhammad Yunus, mengatakan, sahabat kita yang bernama Yusuf Qardhawi dan Randy meninggal dalam aksi unjuk rasa, dan yang paling miris adalah sahabat Randy, karena yang bersangkutan tertembak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab pada saat melakukan aksi unjuk rasa.

“Kami mengecam atas penembakan terhadap Yusuf Qardhawi dan Randy, dan meminta agar dilakukan pengusutan secara tuntas terhadap pelaku penembakan tersebut. Kita tidak menjudge siapa pelaku penembakan tersebut, namun kami ingin diusut pelakunya dan dituntut seadil-adilnya agar stabilitas tetap terjaga,” kata Yunus.

Menurutnya, kita berada di sini untuk bersama-sama berbela sungkawa dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa (TYME), semoga pejuang demokrasi kita tersebut mendapat tempat yang terhormat di sisi Allah SWT, dan apa yang diperjuangkan oleh Randy dan Yusuf Qardhawi bisa tercapai, sehingga peristiwa kerusuhan, ketegangan, dan kekacauan yang terjadi di Indonesia bisa teratasi.

“Kita sebagai organisasi kemahasiswaan, mereka adalah mahasiswa, kita adalah mahasiswa, sehingga mereka adalah kita. Tugas kita adalah sama yakni untuk belajar, menegakkan demokrasi, dan menjaga stabilitas bangsa,” tutur Yunus.

Yunus mengungkapkan, kalau dirinya sebenarnya mendapatkan seruan untuk melakukan aksi unjuk rasa, dan ada beberapa sahabat PMII yang ingin melaksanakan aksi unjuk rasa tersebut.

“Namun dengan dasar pemikiran bahwa kita harus menjaga stabilitas bangsa dan stabilitas yang ada di Pasangkayu, sehingga kami memutuskan untuk melaksanakan kegiatan dalam bentuk seperti ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Mamuju Utara (Matra), AKBP Made Ary Pradhana yang turut memantau kegiatan tersebut menyampaikan, mengenai tindak lanjut permasalahan di Kendari, Mabes Polri sudah melakukan langkah-langkah untuk dilakukan investigasi.

“Tim dari Mabes Polri saat ini sudah diturunkan, apabila ada hal-hal yang mungkin diluar kepatutan oleh pihak Kepolisian, maka tentunya akan diproses sesuai dengan prosedur yang ada,” papar Kapolres.

Dirinya mengajak kepada Anggota PMII Pasangkayu, agar ke depannya dalam melakukan aksi damai atau penyampaian aspirasi seyogyanya menghindari hal-hal yang sifatnya mengganggu Kamtibmas, karena apabila hal tersebut terjadi, tentunya petugas keamanan akan mengambil langkah.

“Apabila sudah mengganggu ketertiban umum dan mengganggu masyarakat yang lainnya, kami juga berkewajiban untuk mengamankan pengunjuk rasa dan juga mengamankan masyarakat sekitar yang mungkin terkena dampak. Kami dari jajaran Kepolisian mengucapkan terimakasih atas apa yang sudah dilakukan oleh PMII Pasangkayu pada malam hari ini, semoga kegiatan ini mendapat ridho dari Allah SWT,” imbuh AKBP Made.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, PMII Pasangkayu kemudian berkoordinasi dengan pembimbing PMII Pasangkayu dan kemudian diputuskan bahwa aksi solidaritas tersebut di wujudkan dalam bentuk Sholat Ghaib, tahlilan, doa bersama, dan mimbar bebas. PMII Pasangkayu tidak melakukan aksi unjuk rasa karena untuk menjaga situasi Kamtibmas. (Radit/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya