Aksi Solidaritas AMM di Mapolres Lamongan, Tuntut Usut Tuntas Penembakan Mahasiswa di Kendari

01 October 2019 01:26
Aksi Solidaritas AMM di Mapolres Lamongan, Tuntut Usut Tuntas Penembakan Mahasiswa di Kendari
Aksi Solidaritas AMM erlangsung di Mapolres Lamongan Jalan Kombes M Duryat, Kabupaten Lamongan, Jatim. (Awin D/Trans89.com)

LAMONGAN, TRANS89.COM – Aksi solidaritas Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) gabungan dari Pemuda Muhammadiyah (PM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Tapak Suci, Nasyiatul Aisyiyah dan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan, diikuti sekitar 300 orang peserta aksi dipimpin M Anang Nafi’uzzaki dan Ali Mustain, berlangsung di Mapolres Lamongan Jalan Kombes M Duryat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), Senin (30/9/2019).

Massa aksi membawa pamflet bertuliskan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, kemanusiaan yang adil dan beradab, Pak Ladusing itu nyawa orang bukan nyawa ayam, usut tuntas pelaku yang tembak aktivis, represif bukan solusi apa bedanya sama Orba (orde baru), harga mahal demokrasi tidak dibayar dengan nyawa, hari ini gak masak menuntut keadilan #emak-emak menggugat, emak-emak ingin menggugat anak bangsa di bedil pak aparat, lindungi hak kami di dapur dan di kasur juga di sumur tapi ojo campuri kewajiban kami, dear pak Polisi jangan buat hukum serapuh hatiku, tegakkan keadilan untuk kami, tuntaskan hukum untuk saudara kami Rendi, kami cinta damai, please dengarkan suara kami, kami tidak ingin perang saudara hanya ingin keadilan air mata untuk keadilan, kami mengecam kriminalisasi aktivis, AMM Lamongan mengutuk keras tindakan aparat.

Orasi M Anang Nafi’uzzaki meminta dan menuntut Kapolri Jendral Tito Karnavian supaya mengusut tuntas dengan transparansi oknum polisi yang telah menembak aktivis Mahasiswa di Kendari.

“Usut tuntas pelaku penembakan aktivis. Mengutuk kriminalisasi aktivis. Mendesak Kapolri memohon maaf kepada publik. Jikalau tuntutan tidak dipenuhi, Kapolri harus mengundurkan diri,” pinta Anang.

Menurutnya, tujuan kami menjadi sebuah keberanian bagi kita semuanya yaitu bangsa ini membutuhkan orang yang baik dan untuk orang yang berkehendak baik untuk membangun bangsa ini.

“Kami menuntut proses keadilan yang seadil-adilnya, usut tuntas. Bapak Kapolres, sampaikan suara kami ke Kapolri melalui Kapolda atas atas penembakan aktivis di Kendari,” tutur Anang.

Anang menyesalkan dan mengutuk keras oknum Kepolisian yang melakukan tindakan represif serta diluar prosedur pengamanan terhadap seluruh mahasiswa dan masyarakat yang melakukan aksi dalam rangka menyampaikan aspirasi, dan mendesak Kapolri Tito Karnavian segera memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas dan menghukum seberat-beratnya pelaku oknum penembakan mahasiswa di Kendari.

“Kami mendesak Kapolri Tito Karnavian untuk meminta maaf kepada publik terkait perbuatan yang dilakukan oleh oknum anggota Kepolisian yang mengakibatkan keresahan dan merusak iklim demokrasi ditengah-tengah masyarakat. Jika tidak bisa memenuhi tuntutan kami, maka Kapolri harus turun dari jabatannya,” ujar Anang.

Massa aksi di temui oleh Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT pada hari ini kita diberikan kesehatan dan kenikmatan aman bisa melaksanakan aksi solidaritas berjalan dengan tertib damai.

“Saya sebagai Kapolres Lamongan mengucapkan selamat datang kepada adik-adik mahasiswa Muhammadiyah di Polres Lamongan,” ucap Kapolres.

Ia menjelaskan, Polres Lamongan selalu melayani masyarakat, terkait aksi solidaritas ini, kami turut berbela sungkawa dan berduka cita terhadap meninggalnya saudara kita dua mahasiswa di Kendari yang diduga dengan luka tembak.

“Adanya solidaritas ini, adalah bentuk perhatian persatuan dan kesatuan, sehingga terjadi aksi ini di mana merasakan duka kita semua,” jelas AKBP Feby.

Kapolres menyebutkan, Polres Lamongan berkomitmen setiap adanya aksi dari mahasiswa, kami selalu memfasilitasi dan mengawal supaya berjalan dengan guyub, tertib dan aman kondusif.

“Pada kesempatan ini, saya telah menerima kartu kuning dari adik-adik mahasiswa sebagai tanda pelanggaran bagi Polri. Saya sampaikan, bahwa Mabes Polri telah membentuk tim investigasi yang dipimpin oleh 2 Jenderal untuk mengusut tuntas kejadian penembakan aktivis mahasiswa di Kendari,” sebut AKBP Feby.

Selanjutnya dilaksanakan penandatanganan persetujuan tuntutan aksi damai. (Awin/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya