PMII Cabang Bengkulu Tuntut Usut Tuntas Dugaan Penembakan Mahasiswa di Kendari dan Ditabraknya Mahasiswa di Makassar

30 September 2019 21:52
PMII Cabang Bengkulu Tuntut Usut Tuntas Dugaan Penembakan Mahasiswa di Kendari dan Ditabraknya Mahasiswa di Makassar
Aksi PMII Cabang Bengkulu, berlangsung di depan Mapolda Bengkulu, Jalan Adam Malik Km 9, Sidomulyo, Gading Cempaka, Kota Bengkulu. (Ujang Karuhun/Trans89.com)

BENGKULU, TRANS89.COM – Aksi unjuk rasa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bengkulu, diikuti sekitar 50 peserta aksi dipimpin Al Mubdi’u dan Anggara Andika Putra, berlangsung di depan Mapolda Bengkulu, Jalan Adam Malik kilometer (Km) 9, Sidomulyo, Gading Cempaka, Kota Bengkulu, Senin (30/9/2019).

Massa aksi membawa spanduk dan pamflet bertuliskan, hentikan perlakuan represif terhadap demonstrasi, Polri menlindungi bukan memerangi. Gugur pejuang demokrasi, seruan aksi solidaritas Randi Yusuf. Di tembak mantan tak seindah di tembak polisi, di tembak mantan aku terbang melayang, di tembak polisi aku tidur tidak bangun lagi. Kalau jadi prometer jadilah prometer yang mengayomi, jangan jadi promoter karena ada barometer. Ternyata ujian skripsi tak seseram yang kubayangkan, tapi lebih serem melihat kawanku dadanya bersarang peluru. Aku temanmu bukan musuhmu, kami adik-adikmu yang mencari kebenaran.

Orasi Goang Ginaldi mengatakan, kami berharap polisi seharusnya mengayomi bukan memerangi mahasiswa dalam menyampaikan aksinya. Tuntaskan proses hukum terhadap oknum yang bertindak represif terhadap mahasiswa dalam melaksanakan aksi yang berakibat jatunhya korban.

“Kami menyatakan bela sungkawa yang mendalam atas meninggalnya salah seorang mahasiswa dalam aksi unjuk rasa di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Kami kecewa kepada Kapolda Sultra yang telah gagal memberikan jaminan bagi mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi. Menuntut kepada Kapolri untuk mengusut kasus tersebut dan pelaku dapat tertangkap, dan diharapkan pihak keamanan untuk tidak bertindak represif pada saat mengamankan aksi unujuk rasa,” kata Goang.

Anggara Andika Putra menyampaikan, setiap anggota kepolisian dalam pengamanan tidak boleh mengunakan senjata dan peluru tajam dan tidak boleh bertindak represif terhadap masyarakat atau mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasinya.

“Usut tuntas oknum pelaku penembakan terhadap pendemo yang sampai saat ini belum diketahui kejelasannya,” papar Anggara.

Pernyataan massa aksi dibacakan Al Mubdi’u mengatakan, menuntut Kapolda dan Kapolri mengusut tuntas oknum pelaku penembakan mahasiswa di Kendari, dan berhentikan dan hukum oknum pelaku penembakan dengan hukuman seberat-beratnya menggunakan hukum pidana.

“Kapolri harus bertanggungjawab atas insiden penembakan terhadap mahasiswa di Kendari. Mendesak Kapolri saat pengamanan tidak menggunakan senjata yang dapat mengancam nyawa mahasiswa. Mendesak Kapolri dan Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), usut tuntas oknum anggota Polri yang menabrak mahasiswa di Makassar saat unjuk rasa yang menggunakan mobil Kepolisian,” kata Al.

Sementara Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Supratman menemui massa aksi mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya rekan mahasiswa pada pelaksanaan aksi di Sultra, serta berterima kasih kepada rekan-rekan sekalian yang telah menjaga situasi kondusif.

“Pihak kepolisian sedang melakukan investasi guna mengungkap oknum pelaku penembakan serta tidak akan ditutup-tupi. Apabila terbukti, akan dituntut sesuai hukum yang berlaku,” ucap Kapolda.

Selanjutnya massa aksi melaksanakan sholat ghaib yang dan bertindak sebagai Imam, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Supratman. (Ujang/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya