Mahasis USN Kolaka Aksi Terkait Meninggalnya Dua Mahasiswa Unhalu, Serahkan Pernyataan Sikap ke Kapolres

30 September 2019 14:27
Mahasis USN Kolaka Aksi Terkait Meninggalnya Dua Mahasiswa Unhalu, Serahkan Pernyataan Sikap ke Kapolres
Aksi mahasiswa USN, berlangsung di depan Kampus USN Jalan Pemuda, Balandete dan di Kantor Polres, Jalan Pahlawan, Lamokato, Kabupaten Kolka, Sultra. (Rony Wijaya/Trans89.com)

KOLAKA, TRANS89.COM – Aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Sembilan Belas Novembe (USN) Kolaka diikuti sekitar 100 orang peserta aksi dipimpin Sultan, Brata dan Fajar, berlangsung di depan Kampus USN Jalan Pemuda, Balandete, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (30/9/2019).

Orasi Sultan mengatakan, atas insiden penembakan mahasiswa Universita Haluoleo (Unhalu) Kendari pada saat melakukan aksi demonstrasi dalam rangka menolak Undang-Undang (UU) KPK, Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Piadana (RKUHP) dan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanahan di depan Kantor DPRD Sultra, maka berdasarkan insiden tersebut, kami dari PMII Kolaka, GMII Kolaka, dan PSM Kolaka turut berbelasungkawa.

“Kami menyatakan sikap, copot Kapolri, pecat Kapolda Sultra dan Kapolres Kota Kendari selaku penanggungjawab kamtibmas yang dinilai tidak amanah dan tidak profesional dalam memimpin dan mengontrol anggotanya yang brutal yang tidak manusiawi dalam pengamanan aksi demonstrasi mahasiswa di depan kantor DPRD Sultra. Pecat dan hukum seberat-beratnya pelaku penembakan mahasiswa. Pemerintah harus membentuk tim gabungan untuk investigasi tertembaknya mahasiswa. Evaluasi tugas dan wewenang Polri yang sudah tidak profesional,” kata Sultan.

Massa kemudian menuju ke Polres Kolaka dengan di kawal oleh personil Patwal Polres Kolaka di Jalan Pahlawan, Lamokato, Kabupaten Kolaka dan melakukan orasi dengan tuntutan yang sama.

Massa aksi diterima Kapolres Kolaka, AKBP Bambang Satriawan menyampaikan, kami sangat mengapresiasi semua aksi yang lakukan oleh adik-adik mahasiswa terkait adanya korban, dan kami juga turut berduka cita atas meninggalnya 2 orang mahasiswa Unhalu yang melakukan aksi pada tanggal 26 September 2019 di gedung DPRD Sultra.

“Terkait masalah tewasnya 2 orang mahasiswa, sampai dengan saat ini Mabes Polri telah membentuk tim investigasi untuk menemukan pelaku penembakan tersebut. Kami juga akan menyampaikan semua tuntutan para adik-adik mahasiswa ke pimpinan kami di Mabes Polri dan Polda Sultra,” papar AKBP Bambang.

Selanjutnya massa aksi diwakili Sultan menyerahkan secara simbolis berkas pernyataan sikap mereka kepada Kapolres Kolaka untuk di sampaikan ke Mabes Polri. (Roni/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya