Kumala: DPR Jangan Jadi Penghianat Rakyat

30 September 2019 22:47
Kumala: DPR Jangan Jadi Penghianat Rakyat
Aksi mahasiswa tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) dipimpin Dede Abdul Kodir, berlangsung depan Kantor DPRD Lebak, Jalan Alun-alun Selatan, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. (Bayu A/Trans89.com)

BANTEN, TRANS89.COM – Aksi unjuk rasa mahasiswa tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) dipimpin Dede Abdul Kodir, berlangsung depan Kantor DPRD Lebak, Jalan Alun-alun Selatan, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Senin (30/9/2019).

Massa aksi spanduk dan poster bertuliskan, DPR jangan jadi penghianat rakyat, legislatif jangan dibawah ketiak eksekutif, wakil rakyat jangan dusta, DPRD bukan paduan suara.

Orasi Dede Abdul Kodir mengatakan kemerdekaan bangsa Indonesia lahir dari desakan para pemuda mahasiswa, dan hari ini bangsa Indonesia mengalami kegaduhan yang dasyat yang dibuat oleh oknum pemerintah dan telah melupakan segudang janji-janjinya.

“Kaum marjinal merajarela, pemerintah acuhkan semua itu. DPRD harus mampu melaksanakan fungsinya seperti kontroling, legislasi dan anggaran,” kata Dede.

Menurutnya, namun kondisi bangsa hari berbalik dengan kondisi bangsa yang sebenarnya. Kegaduhan bangsa yang semakin hari semakin parah, ditambah lagi ornamen kekuasaan negara melalui legislative, eksekutif dan yudikatif, selalu melakukan tindakan yang diluar nalar batas yang membuat mahasiswa dan masyarakat kelas bawah yang menjadi korbannya.

“Maka dari permasalahan tersebut, kami Kumala menyatakan sikap, DPRD Kabupaten Lebak harus mendorong dan menyatakan statmen terkait kondisi bangsa saat ini, menolak RKUHP, DPRD Lebak jangan sampai ada didalam kekuasaan eksekutif,” tutur Dede.

Massa aksi diterima Ketua DPRD Lebak, Didin Nurohmat Wakil Ketua DPRD Lebak Ucuy Masyhuri menyampaikan, kita DPRD Lebak akan menampung semua aspirasi yang disampaikan oleh teman-teman, yang sebenarnya aspirasi yang disampaikan itu adalah ranah dari DPR- RI, maka kita akan membahas terlebih dahulu.

“DPRD Lebak jangan ada di bawah kekuasaan eksekutif, maka langkah yang kita ambil yaitu bermitra dengan pemerintah daerah. Kita DPRD Lebak akan bekerja dengan maksimal,” papar Didin.

Lanjut Didin, gerakan teman-teman, kalau pihaknya mendukung dengan baik karena demi kesejahteraan masyarakat, tetapi dirinya sampaikan kepada teman-teman mahasiswa secara pribadi bisa menyampaikan sikap, karena teman-teman tahu, fraksi kami di DPR RI tidak menyetujui revisi UU tersebut.

“Secara kelembagaan di DPRD Lebak, kami tidak bisa menyatakan sikap saat ini karena harus melewati mekanisme yaitu dengan membahasnya dengan fraksi yang ada di DPRD Lebak menolak atau tidak,” tambahnya. (Bayu/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya