Gerakan Rakyat Medan Anggap RUU Ngawur

30 September 2019 02:52
Gerakan Rakyat Medan Anggap RUU Ngawur
Aksi damai Gerakan Rakyat Medan (GRM), berlangsung di Tugu Nol Jalan Balai Kota, Kota Medan, Sumut. (Rikki/Trans89.com)

MEDAN, TRANS89.COM – Aksi damai Gerakan Rakyat Medan (GRM) diikuti sekitar 50 orang peserta aksi dipimpin Susan Sinaga, berlangsung di Tugu Nol Jalan Balai Kota, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (29/9/2019).

Elemen massa yang tergabung, Alumni GMNI UISU, Scuter Gribe bike, Literacy Coffe, Warkop Derajat, Seni Rupa UNIMED dan Aliansi Masyarakat Peduli Hukum.

Massa aksi membentangkan spanduk dan poster bertuliskan, asap tak bertuan dan RUU ngawur ngidul di tanah Ibu Pertiwi, hutan dibakar KPK yang dipadamkan, makhluk hidup jadi korban. KPK padam tikus berkeliaran, beri aku sebuah lelucon RUU KUHP, Dewan penipu rakyat, asap milik siapa?

Orasi Susan Sinaga mengatakan, kita turut berdukacita cita atas meninggalnya rekan kita dalam memperjuangkan hak-hak rakyat.

“Kenapa harus ada kekerasan dalam memperjuangkan hak-hak rakyat. Aksi kita aksi damai, jangan takut untuk bergabung, kita tidak anarkis. Siapa yang di untungkan dalam RUU KUHP, RUU KPK dan RUU lainnya, buang yang di untungkan. Jangan atur selangkangan wanita, karena dewan lahir dari selangkangan seorang wanita,” kata Susan.

Selanjutnya massa aksi melakukan pembacaan puisi berjudul panji-panji perjuangan, menyanyikan lagu-lagu perjuangan aktivis, diskusi terkait RUU KUHP, RUU KPK dan RUU lainya yang akan di terbitkan. (Rikki/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya