Aliansi Mahasiswa Polewali Mandar, Tuntut Usut Tuntas Dugaan Tindakan Represif Oknum Polisi

30 September 2019 16:47
Aliansi Mahasiswa Polewali Mandar, Tuntut Usut Tuntas Dugaan Tindakan Represif Oknum Polisi
Aksi solidaritas Aliansi Mahasiswa Polewali Mandar (AMPM) terdiri dari HMI, GMNI, HMJPPKN, IMM, di perempatan lampu merah Jalan Andi Depu dan Kantor Polres Polman Jalan Dr Ratulangi, Kabupaten Polman, Sulbar. (Jo Alexander/Trans89.com)

POLMAN, TRANS89.COM – Aksi solidaritas Aliansi Mahasiswa Polewali Mandar (AMPM) terdiri dari HMI, GMNI, HMJPPKN, IMM, diikuti sekitar 70 orang peserta aksi dipimpin Muhammad Asri Azis di perempatan lampu merah Jalan Andi Depu, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (30/9/2019).

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, tuntaskan kasus represif aparat terhadap demonstran, jangan pukuli kami jangan tembak kami selian itu massa aksi menggunakan pita orange diikat dilengan kiri.

Orasi Muhammad Asri Azis mengatakan, hari ini kami kembali turun kejalan untuk menyuarakan beberapa hal terkait dengan adanya berbagai bentuk ketidakadilan yang terjadi di negeri ini.

“Hampir seluruh daerah di Indoneia akhir-akhir ini meneriakkan kebenaran untuk membela hak-hak bangsa ini, tetapi apa yang terjadi, mereka dipikuli oleh oknum aparat keamanan,” kata Asri.

Menurutnya, Kepolisian dan Satpol PP pada hari ini sebagai pengayom masyarakat, hari ini tdak bisa dipercaya lagi, terbukti ketika kita melaksanakan aksi pada tanggal 25 September di Kantor DPRD Polman, ada beberapa orang rekan kami yang dipukuli.

“Kami meminta pihak Kepolisian dalam hali ini Kapolres Polman untuk bertanggungjawab terhadap apa yang terjadi terhadap rekan-rekan kami,” tutur Asri.

Massa aksi bergerak menuju Kantor Polres Polman di Jalan Dr Ratulangi dan menyampaikan orasi, Asri mengucapkan salam, dan dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 28 bagian E ayat 3 berbunyi, setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

“Kita semua telah mengetahui, bahwa dalam UU Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian bagian b berbunyi, bahwa pemeliharaan keamanan dalam negri melalui upaya penyelenggaraan fungsi Kepolisian yang meliputi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dilakukan,” ucap Asri.

Menurutnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia selaku alat negara yang dibantu oleh masyarakat dengan menjunjung tinggi hak manusia. Dan dalam BAB III tentang tugas dan wewenang pada pasal 13 bagian c berbunyi, memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. Kemudian dengan ini kami atas nama Aliansi Mahasiswa Polewali Mandar mengutuk keras dan mengecam tindakan represif yang dilakukan oknum aparat terhadap demonstran di seluruh Indonesia maupun terhadap demonstran AMPM, 25 September 2019.

“Adapun korban dugaan tindakan represif oknum aparat Polman terhadap demostran AMPM, Ridwan mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling Islam IAI DDI Polman, Iwan mahasiswa jurusan Teknik Informatika mahasiswa Unasman dan Alif mahasiswa jurusan PPKN Unasman. Tuntutan AMPM, mendesak Kapolres mengusut tuntas dugaan tindakan represif oknum aparat terhadap APMP, 25 September 2019. Mendesak Kapolri untuk mengusut tuntas keberadaan demonstran yang hilang,” tutur Asri.

Massa aksi melaksanakan Sholat Duhur secara berjamaah di mesjid Polres Polman dilanjutkan dengan Sholat Goib sebagai bentuk solidaritas mengenang dan mendo’akan arwah para demonstran yang gugur dalam peristiwa tanggal 25 dan 26 september 2019.

Kapolres Polman, AKBP Muh Rifai menemui pengunjuk rasa dan mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT, dan dirinya anggap aksi ini sebagai silaturahmi dengan adik-adik sekalian. Kita semua disini bersaudara, kita ini masyarakat yang Malaqbi dan saling menghargai.

“Saya selaku Kapolres Polman akan melakukan tindakan tegas terhadap pelaku yang memberikan tindakan represif berupa pemukulan yang terjadi di gedung DPRD pada tanggal 25 September 2019. Insya Allah proses kasus yang terjadi pada tanggal 25 September 2019 berlanjut sesuai instruksi dari Mabes Polri,” janji Kapolres.

Ia menjelaskan, Insya Allah hari ini kami akan menindaklanjuti proses oknum anggota Polres yang melakukan tindakan reprensif terhadap demonstran pada kejadian di kantor DPRD Polman.

“Evaluasi yang kami lakukan secara menyeluruh, dan apabila ada anggota yang melakukan penganiayaan, secara pribadi melalui kesempatan ini saya minta maaf, tapi proses akan tetap berjalan. Apabila merasa ada anggota demonstran yang merasa dianiaya, silahkan setelah ini dilaporkan ke Propam Polres, pihak Propam siap mengawal adik-adik,” jelas AKBP Rifai.

Pernyataan sikap Kapolres Polman terkait tuntutan Aliansi Mahasiswa Polewali Mandar, akan mengusut tuntas tindakan reperensif anggota Polres Polman. Akan melaporkan secara berjenjang tuntutan massa aksi. (Jo/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya