Mengenang 1 Tahun Bencana Alam di Bumi Tadulako, di Gelar Dzikir dan Doa Bersama

29 September 2019 22:45
Mengenang 1 Tahun Bencana Alam di Bumi Tadulako, di Gelar Dzikir dan Doa Bersama
Dalam rangka mengenang 1 tahun bencana alam gempa bumi, likuifaksi, dan tsunami di Bumi Tadulako yakni Pasigala, di gelar Dzikir dan Doa bersama, berlangsung di Jalan Manggis Atas, Balaroa, Palu Barat, Kota Palu, Sulteng. (Taufik Rahman/Trans89.com)

PALU, TRANS89.COM – Dalam rangka mengenang 1 tahun bencana alam gempa bumi, likuifaksi, dan tsunami di Bumi Tadulako yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala (Pasigala), di gelar Dzikir dan Doa bersama dengan tema, ‘Doa Untukmu #28092018’, dipimpin Habib Muh Saleh Bin Abu Bakar Al Idrus (Habib Rotan) diikuti sekitar 1000 orang jamaahm berlangsung di Jalan Manggis Atas, Balaroa, Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu (28/9/2019).

Pukul 16.45 Wita, kegiatan dzikir dimulai dan dipimpin Habib Muh Saleh bin Abubakar Al Idrus

Pukul 17.10 Wita, sambutan Ketua Forum Gempa Bumi dan Likuifaksi Kelurahan Balaroa, Abd Rahman Kasim menceritakan, pada saat dirinya mengambil air wudhu, tiba-tiba gempa, keluarga kami banyak yang meninggal tapi dirinya ikhlas, dan kami bekerja sama dengan kepala RT setempat mendata keluarga kita.

“Ada sekitar 4 ribu orang yang meninggal dunia dan masih banyak lagi yang belum di dapat. Kami tetap akan berjuang, agar hak-hak kami dan seluruh warga yang terkena musibah agar bantuan dapat terelesasikan kepada kalian semua,” ceritanya.

Sambutan Gubernur Sulteng, Longki Djanggola mengucapkan salam, mari kita mendoakan saudara-saudara kita yang belum sempat hadir dalam acara pelaksanaan doa dan dzikir dalam rangka satu tahun bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi.

“Kita sebagai umat Muslim harus sabar dan ikhlas menghadapi kejadian tahun lalu, karena ini adalah kehendak Allah SWT, maka dari itu, mari kita tabah dan tegar menghadapi kenyataan kejadian tahun lalu,” ucap Longki

Menurutnya, maksud dan tujaun kita melaksanakan doa dzikir ini, agar para arwah yang meninggal dihapuskan segala dosa-dosanya dan diberikan tempat yang layak baginya, Amin Yarabbil Alamin.

“Maka dari itu, mari kita berdoa, semoga amal ibadah mereka di terima oleh Allah SWT. Kami atas nama Pemerintah Provisni (Pemprov) Sulteng akan berusaha untuk memperbaiki semua kerusakan-kerusakan fasilitas umum, dan kami minta maaf kepada saudara-saudaraku, karena tuntukan kalian belum kami serahkan semuanya. Kami meminta kepada saudara-saudaraku dan orang tuaku agar bisa bersabar dan beri kami waktu, karena semua itu butuh proses,” tutur Gubernur Longki.

Pukul 18.00 Wita, dilanjutkan Sholat Magrib berjamaah. (Taufik/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya