Bayi Berumur Sebulan Terkendala Dana Jalani Pengobatan di RS Putri Bidadari

11 September 2019 10:41
Bayi Berumur Sebulan Terkendala Dana Jalani Pengobatan di RS Putri Bidadari
Susiana sedang memangku bayinya yang sakit di RS Putri Bidadari Kabupaten Langkat, Sumut. (Heri Putra/Trans89.com)

LANGKAT, TRANS89.COM – Zahra Agustina, bayi berumur 1 bulan ini terkendala dana untuk perobatannya secara intensif dari penyakit yang diidapnya.

Bayi 1 bulan ini merupakan anak pasangan suami istri (Pasutri) dari Yahya (33) dan istrinya Susiana (32) warga Lingkungan Arah Tunggal, Kelurahan Pekan Selesai, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut).

Anak pasangan dari keluarga kurang mampu dengan pekerjaan sang ayah sebagai kuli bangunan, dan ibu sebagai ibu rumah tangga ini, tak mampu membawa anaknya utuk lakukan perobatan. Ditambahlagi keluarga ini tidak menerima atau tidak menikmati program dari pemerintah yang dicanangkan Presiden RI Jokowi, seperti tidak menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan lainnya.

Informasi dirangkum dilapangan, pihak keluarga membawa sang anak pulang kampung ke asal kelahiran ibunya di Desa Kwala Gebang, Kecamatan Gebang, Langkat, Selasa (10/9/2019).

Hal itu merupakan anjuran dari orang tua Susiana yang akhirnya mereka turuti. Apalagi orang tua Susiana sudah mengetahui sang cucu sudah mengalami sakit 10 hari dari kelahirannya.

Setelah beberapa hari di Desa Kwala Gebang, wargapun berdatangan melihat sang bayi, dan merekapun menganjurkan agar bayi ini dibawa ke Rumah Sakit (RS). Namun dikarenakan ketiadaan dana, pihak keluarga belum juga membawa sang bayi untuk berobat.

Namun keesokan harinya, setelah dilakukan musyawarah oleh warga setempat yang berada disekitar rumah orangtua Susiana, akhirnya warga sepakat menggalang dana dan terkumpul dana sekitar Rp1 jutan lebih.

Bermodalkan dari penggalangan dana itulah, akhirnya sang bayi kelahiran 6 Agustus 2019 di Kecamatan tempat tinggal mantan Bupati Langkat, Ngogesa Sitepu, akhirnya sang bayi dibawa ke RSU Tanjung Pura.

Namun lagi -lagi sesampainya di RSUD Tanjung Pura, pihak RS itu tidak sanggup untuk merawat pasien ini, dengan alasan minimnya peralatan di RSUD Tanjung Pura. Namun mereka menganjurkan, agar sang bayi dirujuk ke RS di Medan.

Mendengar kabar tersebut, pihak keluarga berembuk kembali dan mengatakan, jika dibawa ke Medan pasti menbutuhkan dana yang lebih besar lagi.

“Kita keluarga gak punya dana, kalau dibawa ke Medan. Kami putuskan untuk dibawa ke RS Putri Bidadari saja yang berada di Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat. Nggak mungkin kami bawa ke Medan, di RS Putri Bidadari ini aja, kami sudah menghabiskan dana Rp1 jutaan, yang tercatat sebagai pasien umum,” ungkapnya Bustami, yang merupakan warga Kwala Gebang yang juga keluarga dari pihak keluarga Susiana.

Menurutnya, nanti jika ada uang, barulah kami masukkan keruangan icu, sementara biarlah bayi ini dirawat dilantai 5 RS Putri Bidadari diruangan pasien Umum.

“Saya berharap, ada perhatian dari pemerintahan di Langkat atau pihak donatur yang mau menyumbangkan dananya untuk perobatan sang bayi yang dikabarkan mengalami trombosit yang menurun dan ada gejala sakit pada saluran usus perut,” ungkap Bustami. (Heri/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya