Diskusi Publik ‘Menilai Komitmen Djarum Tentang Bakti Pada Negeri’ Berlangsung di IAIN Purwokerto

10 September 2019 13:57
Diskusi Publik ‘Menilai Komitmen Djarum Tentang Bakti Pada Negeri’ Berlangsung di IAIN Purwokerto
Diskusi publik dengan tema, 'menilai komitmen Djarum tentang bakti pada negeri,' berlangsung di Hall Perpustakaan IAIN Purwokerto Jalan Ahmad Yani, Purwanegara, Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Jateng. (Muhammad Husni Thamrin/Trans89.com)

BANYUMAS, TRANS89.COM – Bertempat di Hall Perpustakaan IAIN Purwokerto Jalan Ahmad Yani, Purwanegara, Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), berlangsung diskusi publik dengan tema, ‘menilai komitmen Djarum tentang bakti pada negeri,’ dan penanggungjawab kegiatan Dosen IAIN Purwokerto Oki Edi Purwoko dihadiri sekitar 170 orang peserta, Senin (9/9/2019).

Hadir di kegiatan tersebut dan selaku narasumber (Narsum) Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sity Hikmawatty, Eri Wahyuningsih, Dosen IAIN Purwokerto Oki Edi Purwoko, Ketua HMI Banyumas Helmi, Ketua Formatur Kohati Cabang Purwokerto Umu atikah dan para peserta.

Umu Atikah mengatakan, Kohati bagian dari HMI walaupun dirinya belum dilantik.

“Walau saya belum dilantik, namun saya tetap berani membuat acara dengan pemateri yang sangat luar biasa ini, terimkasih,” katanya.

Ketua HMI Banyumas, Helmi sangat apreisasi Kohati membuat acara yang sangat luar biasa.

“su yang sekarang beredar yang dilakukan oleh Djarum Super ada sebuah unsur ekploitais anak. Bahwasanya ada perbincangan publik dimana muncul kepermukaan justru dinilai ekploitasi anak,” ujar Helmi.

Komisioner KPAI, Sity Hikmawatty menyampaikan, makin banyak anak-anak yang diperalat dan cukup berbahaya, mereka (anak) harus memakai kaos ini media promosi oleh rokok Djarum.

“Mengapa perlu mengambil tindakan, ada 2 point, yang pertama ekploitasi pemanfaatan anak sebagai promosi dan yang kedua prodak rokok mengandung zat aditif. Kalau ada ekploitasi, inilah bahwa untuk anak-anak tidak boleh menjadi promosi prodak rokok adalah zat aditif, tidak boleh di media, rokok bukan produk normal,” papar Hikmawatty.

Menurutnya, kenapa KPAI sekarang mulai bertindak, dasar peraturan negara Undang-Undang (UU) kesehatan, anak- anak yang mulai merokok 7,2 %, maka dilakukanlah upaya mencegah, dan angka ini naik menjaid 9,1%, hal ini sesuai UU nomor 35 tahhn 2014 tentang perlindungan anak pasal 76 dan UU nomor 36 Tahun 2007.

“Kami menegakan aturan, resiko anak menjadi perokok, iklan yang muncul di medsos mengalami peningkatan, Purwokerto ternyata sudah ada kawasan yang diterapkan aturan untuk tidak boleh merokok,” tutur Hikmawatty.

Eri Wahyuningsih menjelaskan, dirinya ingin mengetahui secara detail berita tentang ini, dan senang dengan bulutangksi dari tahun 1994 -1996, Susi Susanti ketika membaca Instagram tentang KPAI dirinya terkejut.

“Ekploitasi Djarum kepada anak dibawah umur ini bukan kasus pertama perdagangan manusia. Rata rata dibawah 18 tahun, dan saya pernah berekreasi di lokalisasi GS Gang Sadar Purwokerto, ini juga banyak yang ingin ditutupi transaksi komersial resiko HIV/AIDS sangat mudah. Kalau ada peningkatan IMS, saya periksa kesitu. Saya bertemu wanita muda anak 14 tahun atas permintaan orang tua itu puluhan tahun sebelum audisi ini viral medsos. Seperti artis Josua waktu masih anak-anak juga exploitasi anak, karena dampak tidak luas jadi hilang beritanya, beda dengan Djarum,” jelas Eri.

Oki Edi Purwoko menyebutkan, audisi Djarum merupakan sales marketing pada hakekatnya strategi agar produk itu laku.

“Pada hakekatnya itu merupakan strategi produk dan lebih memiliki ide bahwa produk saya terbaik,” sebut Oki. (Husni/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya