Ahlul Bait Indonesia Gelar Asyura di Hall Tennis Indoor GBK Senayan

10 September 2019 13:54
Ahlul Bait Indonesia Gelar Asyura di Hall Tennis Indoor GBK Senayan
Peringatan Haul Cucu Nabi Muhammad SAW Peringatan Asyura 2019 oleh Dewan Pengurus Pusat Ahlul Bait Indonesia (DPP ABI) di Hall Tennis Indoor GBK Senayan, Jalan Pintu I Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, (Andre Handrianto/Trans89.com)

JAKARTA, TRANS89.COM – Bertempat di Hall Tennis Indoor Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jalan Pintu I Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, berlangsung peringatan Haul Cucu Nabi Muhammad SAW peringatan Asyura 2019 dengan tema, ‘NKRI Bersatu untuk Indonesia unggul,’ diselenggarakan Dewan Pengurus Pusat Ahlul Bait Indonesia (DPP ABI) dipimpin Renja Fahmilia dan Ahmad Hidayat yang dihadiri sekitar 2.000 orang peserta, Senin (9/9/2019).

Sambutan Ketua Panitia Pelaksana (Panpel), Ahmad Hidayat mengatakan sudah bergabung dua ormas kita sebagai bagian integral, kita dari masyarakat Syiah Indonesia dan Ahlul Bait Indonesia, kita yang mengaku Syiah jangn malu mengatakan saya Muslim dan kami pengikut Rasulullah dan Ahlul Bait.

“Apaapun organisasinya, Benderanya satu Bendera yaitu Ahlul Bait Bendera Imam Mahdi. Hari ini kita gelar peringatan Asyura. Kami orang Syiah, selamat datang di Gerbang Karbala Gerbang Imam Husein, rangkaian acara sampai menjelang Maghrib. Mencari gedung di Jakarta untuk menampung jamaah sebanyak ini sulit, karena besok ada pertandingan sepakbola,” kata Hidayat.

Tokoh Ahlul Bait Indonesia, Jalaludin Rakhmat menyampaikan, setiap kali berkumpul Hari Asyura yang kita rasakan adalah keharuan.

“Bersyukurlah, itu adalah karunia terbesar, cinta yang mampu membuat kita berkorban, cinta dan pengorbanan, teladan Asyura mengajarkan cinta dan pengorbanan, cinta tanah air memerlukan kesabaran, tidak ada karunia Allah yang baik kecuali kesabaran, Ahlul Bait wajib membela dan menjaga tanah airnya,” papar Jalaludin.

Dewan Syuro Ahlul Bait Indonesia Umar Shahab menyebutkan, kehadiran kita disini menunjukan rasa cinta kepada Nabi Muhamad SAW dan Ahlul baitnya yang suci, adalah suatu kebanggaan kita pengikut Rasullulah dan Ahlul baitnya dan kita bangga jadi bangsa Indonesia, kita akan perjuangkan kesejahteraan bangsa ini, Indonesia yang adil dan makmur.

“Kaum Muslimin mendengar seruan Imam Husin di Karbala. Adakah seseorang yang akan membelaku, menyaut seruanku, meneruskan perjuanganku. Kita sambut panggilan Imam Husein. Imam Husein ikhlas, anak-anaknya gugur di Karbala, yang perjuangkannya adalah Alquran, Nabi Muhammad, keadilan. Orang yang mengikuti jalannya Rasulullah, Ali Bin Abi Thalib, Imam Husein menuntut kesetiaan terhadap Quran, kita selalu perjuangkan keadilan kebenaran,” sebut Umar.

Tausiyah Abdilah Babud menuturkan, jika hati baik, maka semuanya baik, jika hati rusak maka semuanya rusak.

“Dalam hidup semua berputar pada hati kita. Kalau Rasul dan keluarganya bahagia, kita bahagia, kalau Rasul bersedih kita ikut bersedih. Kita sesuaikan dengan mereka, karena mereka adalah orang pilihan Allah,” tutur Abdilah. (Andre/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya