Foma Peta Tolak Kegiatan ‘Pegang Tangan Peluk Gunung’ Rencananya Dilaksanakan di ICCF

04 September 2019 09:31
Foma Peta Tolak Kegiatan ‘Pegang Tangan Peluk Gunung’ Rencananya Dilaksanakan di ICCF
Aksi Pusmat Ternate, HMI Cabang Ternate, Samurai Cabang Ternate, tergabung dalam Front Masyarakat dan Pemuda Ternate (Foma Peta), depan pasar Dufa-dufa, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Malut. (Warta Iksani/Trans89.com)

TERNATE, TRANS89.COM – Bertempat depan pasar Dufa-dufa, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), berlangsung aksi unjuk rasa dari Pusmat Ternate, HMI Cab Ternate, Samurai Cababang Ternate, yang tergabung dalam Front Masyarakat dan Pemuda Ternate (Foma Peta), diikuti sekitar 100 orang peserta aksi dan koordiantor lapangan (Korlap) Al-Akbar M Dal, Selasa (3/9/2019).

Tujuan aksi Foma Peta menolak kegiatan Caho Gia Kololi Kie (Pegang Tangan Peluk Gunung) yang akan di selenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate.

Massa aksi membawa sepanduk dan pamflet bertuliskan, Front Masyarakat dan Pemuda Ternate (Foma Peta) bersikap Si tola gila (tolak) coho gia. Tolak gia keren, stop sabotase tradisi Ternater. Ino ngone si futuru adat Ternate. Adat itu nilai bukan harga, adat itu harga diri bukan mahar politik. Aku cinta Ternate.

Massa aksi juga membagikan selebaran bertuliskan, ‘torang tra pernah lupa, akan adat se atorang yang melekat dalam torang pekehidupan. Bagi torang selama ini, Ternate hampir kehilangan nilai adat se atorang yang menjadi pijakan orang-orang Ternate. Si Kurang mai Dadi Ua (tara boleh kase kurang), si dogo mai dadi ua (tara boleh kase Llebe), si aku ua mai dadi ua (tara bikin me tara bisa) titah tetua’.

‘Kreativitas yang melanggar identitas dapat melahirkan kehancuran. Menyikapi agenda nasional yang akan dilaksanakan di Kota Ternate atau Indonesia Creative Cities Festival (ICCF), merupakan niat baik kelompok yang menginginkan kemajuan daerah melalui kreativitas orang Ternate’.

‘Namun, salah satu item kegiatan misalnya, coho gia kololi kie (pegang tangan peluk gunung), bagi orang Ternate, melanggar nilai adat se atorang. Torang orang Ternate hanya mengenal kololi kie sebagai ritual adat yang memiliki makna spiritual’.

‘Dalam sepanjang perjalanan ritual torang iringi dengan tahlil, salawat, doa serta ambor pondak di tempat-tempat yang dinilai karamat atau tempatnya orang berilmu. Salah satu makna auliya kololi kie adalah bentuk munajat kepada Yang Maha Kuasa untuk menjaga negeri ini dari musibah dan bencana’.

‘Ritual kololi Kie itu keluar dari Kadaton Kesultanan Ternate, bukan dari Kantor Walikota atau komunitas-komunitas yang bikin diri pande. Karena ritualnya keluar dari Kadaton, mestinya pihak Kesultanan Ternate harus melakukan protes keras soal ini’.

‘Ritual Kesultanan tarada cerita istilah pegang tangang keliling gunung. Ini merusak adat dan kebiasaan ritual kololi kie Kesultanan Ternate. Jang tamba-tamba barang yang tarada adat ge matoto agama’.

‘Kololi Kie sumbernya ada di Kadaton, bukan dipemerintah, kalau pemerintah mau bikin acara adat wajib hukumnya bacarita dengan perangkat Kadaton. Agenda nasional atau ICCF yang akan dilaksanakan di Kota Ternate bahkan menguras Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang begitu besar, namun tidak berdampak pada masyarakat dan hanya bersifat seremonial belaka’.

Pernyataan sikap massa aksi, Al-Akbar M Dal menolak serta membatalkan kegiatan ICCF (coho gia kololi kie), menolak alokasi ABPD terhadap kegiatan ICCF dengan menimbang beberapa pembangunan infrastruktur yang memakan waktu lama namun tidak pernah selesai di Kota Ternate.

“Berhenti memanfaatkan ritual adat se atorang sebagai instrument kepentingan dalam bentuk seremonial. Melarang komunitas-komunitas khususnya yang berperan dalam kegiatan ICCF di Kota Ternate, agar tidak secara serampangan mengambil adat istiadat dalam kegiatan-kegiatan seremoni. Pemkot (Ternate) harus segera mengakomodir tuntutan massa aksi,” ujar Akbar.

Kemudian massa melanjutkan aksinya di depan Kantor Kecamatan Ternate Utara dengan orasi yang sama, lalu konvoi menuju Kelurahan Sulamadaha, Kecamatan Ternate Barat dan lakukan aksi yang sama, lanjut depan Kantor Kelurahan Takome Kecamatan, Ternate Barat dengan orasi yang sama, berlanjut depan Kantor Kelurahan Loto Kecamatan Ternate Barat, lanjut depan Kantor Lurah Kelurahan Togafo, Kecamatan Ternate Barat, lanjut depan Kantor Lurah Taduma, Kecamatan Pulau Ternate, lanjut di Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate. (Iksani/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya