Peletakan Batu Pertama Pusat Logistik Berikat dan Pergudangan Terpadu PT Trans Continent KIA Ladong Aceh Besar

01 September 2019 02:27
Peletakan Batu Pertama Pusat Logistik Berikat dan Pergudangan Terpadu PT Trans Continent KIA Ladong Aceh Besar
Peresmian ground breaking pusat logistik berikat dan pergudangan terpadu PT Trans Continent KIA Ladong, Kabupaten Aceh Besar. (Muhammad Fahmi/Trans89.com)

ACEH BESAR, TRANS89.COM – Bertempat di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong Jalan Malahayati, Desa Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, berlangsung ground breaking (peletakan batu pertama) pusat Logistik berikat dan pergudangan terpadu PT Trans Continent KIA Ladong dihadiri sekitar 300 orang tamu undangan, Sabtu (31/8/2019).

Hadir di kegiatan tersebut, Pelaksanatugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Mantan Gubernur Aceh Tarmizi Karim, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Sulaiman Anda, Staf Ahli Pangdam Iskandar Muda (IM) Bidang Ekonomi Kolonel Inf Sainul Alam, Rektor Unsyiah Banda Aceh Samsurizal, Wadirpol Air Polda Aceh AKBP Harun Rosyid, Danlanal Sabang Letkol Laut (P) Agus Darmawan, Danlanud Sultan Iskandar Muda (SIM) Kolonel Hendro, Kanwil Bea Cukai Aceh Safwadi, Ketua Partai PDIP Aceh Karimun Usman, DPR RI Fraksi PPP Gazali Abas, PT Pelindo Aceh Malahayati AS Marlindo, Bupati Aceh Barat Daya Akbal Ibrahim, Kepala Bank Indonesia (BI) Aceh Zainal Arifin Lubis, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh Aulia Fadli, PT Pelni Aceh M Afrian, Ceo PT Trans Continent Ismail Rasyid, Direktur PT Pembangunan Aceh (Pema) Zubir Sahim, para Kepala Dinas Aceh dan tamu undangan.

Sambutan Direktur PT Pema, Zubir Sahim mengatakan pada hari ini kita menyaksikan salah seorang di mana putra Aceh yang sudah cukup lama berulang-ulang memperjuangkan baik di dalam maupun di luar negeri yang telah sukses menjadi pengusaha, baik dalam skala nasional maupun dalam skala internasional.

“Kita menyampaikan terimakasih semoga beliau sehat walafiat untuk ikut bersama-sama dengan kita membangun perekonomian Aceh dan berinvestasi bersama-sama dengan PT Pema yang bergerak dalam bidang jasa transportasi logistik pertambangan minyak cargo dan pengangkutan bahan dan barang,” kata Zubir.

Ceo PT Trans Continent, Ismail Rasyid menyampaikan, sebelumnya ingin menjelaskan kepada Rektor sebagai guru dirinya dan sekaligus almamater, bahwa Trans Continent memiliki karyawan sekarang sekitar 370 orang di 16 provinsi 2 di internasional yakni Australia dan Filipina.

“Alhamdulillah, dalam tim kita ini 7,5% alumni Unsyiah, 15% orang Aceh. Jadi mudah-mudahan ke depan dengan adanya ini mohon dukungannya apapun yang mungkin sesuai dengan kegiatan yang bisa saya lakukan. Hal ini tentunya kita berharap dengan ada sedikit pemantik usaha yang kita mulai di sini juga akan membantu masyarakat dan pemerintah daerah. Saya melihat beberapa industri besar akan ada di Aceh, baik energi maupun oleh maupun project yang umum. Mari kita coba jadikan beberapa potensi yang ada di Aceh kawasan ekonomi khusus Lhokseumawe pelabuhan Langsa Malahayati Sabang,” papar Ismail.

Kanwil Bea Cukai Aceh, Safwadi menuturkan, provinsi-provinsi yang banyak menggunakan fasilitas fiskal khususnya fasilitas yang ada di bea cukai, bisa menginspirasi kita semua.

“Seperti di Medan, Sumatera Utara (Sumut), menggunakan fasilitas fiskal bea cukai, 50 kawasan berikat tapi peningkatan pertumbuhan ekonominya luar biasa perkembang. Ekonomi dan berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah,” tuturnya.

Dilanjutkan, pemberian santunan anak yatim secara simbolis oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Kanwil Bea Cukai Safwadi, Ceo PT Trans Continent Ismail Rasyid dan Direktur PT Pema Zubir Sahim.

Sambutan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengucapkan Insya Allah kegiatan ini akan menjadi tulang punggung kawasan berikt ini kelak dan menjadi jembatan bagi semua unsur dunia usaha dengan pemerintah dan dengan stakeholder yang lain.

“PT Pema antara lain PT Pelindo, PT Pelni, PT Pertamina dan para BUMN yang lain, yang pasti akan punya kaitan sangat sinergi dengan pusat kegiatan ini, the one and only the day (satu-satunya hari) sang primadona CEO PT Trans Continent,” ucap Nova.

Nova menyebutkan, Ismail Rasyid Rasyid ini sebenarnya belum layak kita panggil bapak, beliau seorang milenial anak muda, punya nyali besar it had to be the first (itu harus menjadi yang pertama), tapi Ismail Putra bangsa yang datang dari Aceh Utara, dan sekarang sudah menjadi pengusaha trans nasional, punya kantor di mana-mana dan hari ini menafkahkan sebagian tenaga dan pikirannya untuk kawasan berikat Ladong Aceh Besar.

“Kita baru saja mulai, tapi tentu akan ada akselerasi kecepatan, kita tambah lama tambah kencang, dan orang-orang seperti pak Ismail akan menjadi 2 orang, 3 orang, 6 orang, 100 orang dan pada saat itu kita sudah jalan top speed Insya Allah akselerasi itu akan mempercepat kesejahteraan rakyat Aceh,” sebut Nova.

Kemudian penekanan tombol sirine tanda peresmian dan peletakan batu pertama pembangunan ground breaking pusat logistik berikat dan pergudangan terpadu PT Trans Continent Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Kanwil Bea Cukai Safwadi, Ceo PT Trans Continent Ismail Rasyid dan Direktur PT Pema Zubir Sahim. (Fahmi/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya