Rakor Kesiapsiagaan, Widodo: Aktivitas Gunung Slamet Dinaikkan Ke Level 2 Atau Waspada

15 August 2019 04:29
Rakor Kesiapsiagaan, Widodo: Aktivitas Gunung Slamet Dinaikkan Ke Level 2 Atau Waspada
Rakor Kesiapsiagaan, Widodo: Aktivitas Gunung Slamet Dinaikkan Ke Level 2 Atau Waspada

TEGAL, TRANS89.COM – Bertempat di Gedung C Lantai II Kantor Bupati Tegal, Jalan Dr Soetomo, Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng), berlangsung rapat koordinasi (Rakor) dalam rangka kesiapsiagaan antisipasi aktivtas Gunung Slamet dihadiri sekitar 100 orang peserta, Rabu (14/8/2019).

Hadir di kegiatan tersebut, Sekda Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono, Kepala BPVMBG Bandung diwakili Mohamad Rusdi, Kepala BPBD Provinsi Jateng Dian Fajarini, Kepala BMKG Kabupaten Tegal, Dandim 0712/Tegal (Tgl) diwakili Kasdim 0712/Tgl Mayor Inf Akhmad Aziz, Kapolres Tegal diwakili Kabag Ops AKP Aris Harianto, Kepala BPBD Kabupaten Tegal Tejo Kusworo, Kapolsek Bumijawa AKP Rudi, Kapolsek Bojong AKP R Wihartana, Danramil Bumijawa Kapten Inf M Padang, Kasi Polhut Balapulang Kiswow, Perwakilan PMI Tegal, Perwakilan RAPI Tegal, Perwakilan Ubaloka Kwarcab Tegal Faesal Zulkarnain

Sambutan Bupati Tegal di bacakan Sekda Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono, mengucapkan salam kepara hadirin, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga pada kesempatan pagi ini kita semua bisa hadir mengikuti acara Rakor kesiapsiagaan mengantisipasi aktivitas Gunung Slamet ini dalam keadaan sehat wal afi’at.

“Negara kita sebagai wilayah yang memiliki kondisi geografis dan geologis rawan bencana alam harus disadari oleh seluruh penduduk dan warga yang tinggal di dalamnya. Kita tentunya tahu istilah ring of fire, sebuah jalur zona bencana geologi yang berbentuk tapal kuda, dimana negara-negara yang berdiri di sepanjang jalur cincin api ini, termasuk negara kita Indonesia menjadi kawasan rawan bencana<‘ ucap Widodo.

Menurutnya, aktifitas gesekan lempeng tektonik didalamnya yang saling bertemu dan meluncur satu sama lain menimbulkan getaran-getaran gempa, baik gempa utama maupun susulan. Bahkan sejumlah ahli memprediksi akan adanya potensi gempa dahsyat, meskipun tidak bisa dipastikan kapan waktunya. Kekuatan gerakan lempeng ini lebih besar daripada kekuatan batuan, sehingga jejaknya menimbulkan garis patahan. Hal inilah yang menjadikan negara kita sering dilanda gempa bumi, gunung meletus, hingga rob. Konon, menurunnya permukaan tanah di sebagian wilayah Pantura (pantai utara-Jawa) seperti di Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan yang mencapai 30 sentimeter setiap tahunnya dan mengakibatkan rob lebih merupakan dampak dari aktifitas lempeng tektonik.

“Hal ini sudah menjadi resiko bagi kita yang hidup dan tinggal berdampingan dengan bencana, termasuk aktifitas vulkanik Gunung Slamet di wilayah selatan Kabupaten Tegal. Berdasarkan data pemantauan instrumental dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah terjadi peningkatan yang cukup signifikan dan perlu diantisipasi bila sewaktu-waktu terjadi erupsi, sehingga aktivitas Gunung Slamet-pun dinaikkan dari level 1 atau normal ke level 2 atau Waspada. Potensi ancaman bahaya Gunung Slamet saat ini adalah erupsi magmatic yang menghasilkan lontaran material pijar yang melanda daerah di sekitar puncak di radius 2 kilometer (km), termasuk erupsi freatik dan hujan abu di sekitar kawah tanpa gejala vulkanik yang jelas,” tutur Widodo.

Ia menjelaskan, pada kesempatan pagi ini dirinya mengajak semua pihak untuk duduk bersama, menyamakan persepsi, melakukan mitigasi bencana untuk mengurangi risiko, baik melalui penyiapan infrastruktur fisik dan jaringan maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. Dan perlu kita ketahui pula, bahwa setiap informasi yang menyangkut erupsi Gunung Slamet akan berdampak pada banyak sektor, terutama sektor pariwisata di kawasan Guci.

“Maka, saya titip pesan, sampaikan informasi status Gunung Slamet ini secara benar. Berikan kepastian soal keamanannya dan skenario evakuasinya jika sewaktu-waktu terjadi bencana, sehingga tidak timbul persepsi lain yang membuat panik warga dan wisatawan. Antisipasi pula jika ada pemberitaan yang bersifat hoaks yang menjadikan wisatawan khawatir datang dan berkunjung ke Guci, karena dampaknya menyangkut perekonomian masyarakat sekitar,” jelas Widodo.

Widodo menyampaikan, satu-satunya aktifitas terdampak akibat naiknya status Gunung Slamet ini adalah pendakian yang untuk sementara waktu harus ditutup demi keamanan.
Selanjutnya, kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah diminta agar bisa segera lakukan pengecekan jalan tembus di Pedukuhan Sawangan, pengecekan jalur evakuasi, transportasi, dan tempat titik kumpul serta tempat evakuasi penduduk yang terdampak di titik rawan bencana

“Demikian kiranya yang bisa saya sampaikan. Dengan mengucap Bismillahirahmanirrahim, Rakor kesiapsiagaan mengantisipasi aktivitas Gunung Slamet ini saya nyatakan dibuka. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kemudahan dan meridhoi usaha kita,” demikian Widodo. (Husni/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya