AMPB Tuntut Hak Buruh di Kantor PT Sinar Mas Group di Jakarta

13 August 2019 03:24
AMPB Tuntut Hak Buruh di Kantor PT Sinar Mas Group di Jakarta
Aksi Aliansi Mahasiswa Peduli Buruh (AMPB) depan Kantor PT Sinar Mas Group Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat. (Irvan Akmal/Trans89.com)

JAKARTA, TRANS89.COM – Bertempat di depan Kantor PT Sinar Mas Group Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, berlangsung aksi unjuk rasa dari Aliansi Mahasiswa Peduli Buruh (AMPB), diikuti 5 orang peserta aksi dipimpin Zuhri, Senin (12/8/2019).

Massa aksi membawa spanduk dan poster bertuliskan, PT Ivomas Tunggal Asri di Rokan, Riau, jangan rampas hak buruh. PT Ivomas Tunggal harus berikan hak-hak Surono yang di PHK (pemutusan hubungan kerja) sepihak. Segera pecat M Yasir Sinaga (Askep). Segera pecat Andi Perkasa (Asisten Manager M Zam Zam). Segera pecat Jumino, Jumingin security PT Ivomas Tunggal.

Tuntutan massa aksi, meminta PT Ivomas Tunggal segera memberikan hak-hak Surono yang diduga di PHK sepihak oleh PT Ivomas Tunggal Sei Rokan Riau.

Orasi Zuhri mengatakan, kami dari Aliansi Mahasiswa Peduli Buruh mendatangi Kantor Plaza Sinarmas Thamrin Jakarta Pusat atas kasus yang menimpa buruh PT Ivomas Tunggal Sei Rokan, Riau. Dan perlu diketahui, Surono yang bekerja selama tiga belas tahun di PT Ivomas Tunggal di PHK dengan tunduhan melakukan penggelapan dua janjang buah sawit milik perusahaan pada tanggal 28 Desember 2017 silam oleh Security perusahaan atas nama Jumino dan Jumingin.

“Pada tanggal 30/12/2017 saudara Surono dijemput lalu dibawa ke Kantor Besar Divisi PT Ivomas Tunggal yang beralamat di Pondok Dua Sei, Rokan Telaga Zam Zam, Kecamatan Kandis untuk dimintai keterangan atas laporan Security. Pada saat tiba di kantor, Surono di interogasi oleh Askep M Yasir Sinaga yang sekarang diangkat menjadi Manager dan Asisten Andi Perkasa dimana disuruh mengakui perbuatanya dan membuat surat pengunduran diri dari perusahaan, kemudian Surono tidak membuat pernyataan tersebut namun pihak perusahaan membuat surat sendiri dan memaksa Surono untuk menandatangani surat tersebut,” kata Zuhri.

Ia menjelaskan, tanggal 30 Desember 2017 dirinya (surono) langsung ke Kantor Polsek Kandis, oleh saudara Andi dan Jumino dengan tujuan melaporkan perbuatan saudara Surono kepada Polsek Kandis. Namun setibanya di Polsek Kandis, Surono di interogasi oleh pihak Polsek, setelah melakukan pemeriksaan, pihak Kepolisin menyimpulkan bahwa saudara Surono tidak bersalah atas tuduhan tersebut.

“Kemudian saudara Jumino dan Andi bersikeras tetap menuduh saudara Surono melakukan penggelapan buah milik perusahaan. Pada tanggal 23 Januari 2018, Surono resmi di PHK oleh PT lvomas Tunggal berdasarkan surat PHK nomor: 004/SRICE/PHK/01/2018, sedangkan saya (Surono) tidak terbukti melakukan tindak pidana atas apa yang perusahaan tuduh kepada saya. Saya sudah jelaskan alasan saya meninggalkan dua janjang sawit di blok saya manen, saya mengidap penyakit gagal ginjal dan sudah diperiksa di Rumah Sakit (RS) Awal Bros Pekanbaru dan saya dianjurkan untuk tidak bekerja terlalu berat karena masih dalam proses perawatan,” jelas Zuhri.

Zuhri mengungkapkan, setelah melewati beberapa proses dan mediasi melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Siak, akhirnya saudara Surono melayangkan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industri Pekanbaru nomor perkara: 50/Pdt.SuS-PHl/2019/PN.Pbr, karena saudara Surono merasa dirinya tidak bersalah namun tetap di PHK oleh perusahaan dan ingin menuntut hak-haknya dengan perusahaan, terutama uang pesangon yang belum ia terima.

“Oleh karena itu, kami Aliansi Mahasiswa Peduli Buruh mendesak dan meminta PT Ivomas Tunggal segera memberikan hak-hak saudara Surono yang diduga di PHK sepihak oleh PT Ivomas Tunggal Sei Rokan Riau, dengan memberhentikan saudara Muhammad Yasir Sinaga selaku Manager, Andi Perkasa selaku Askep, Jumino dan Jumingin selaku security di PT lvomas Tunggal,” ungkapnya. (Irvan/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya